Tol Pekanbaru-Dumai Diharapkan Jadi Gerbang Perdagangan Dunia

Kompas.com - 29/11/2019, 12:38 WIB
Pekerja beraktivitas di lokasi proyek Tol Pekanbaru-Dumai, di Provinsi Riau, Selasa (13/3/2018). Perkembangan konstruksi Jalan Tol Pekanbaru-Dumai sepanjang 131,475 km, yang dikerjakan PT Hutama Karya ini, progresnya mencapai sekitar 8,95 persen berdasarkan data Kementerian BUMN. Pekerjaan yang dilakukan kini berupa pembersihan lahan, pekerjaan tanah, box culvert, dan pekerjaan solid sodding. ANTARA FOTO/FB ANGGOROPekerja beraktivitas di lokasi proyek Tol Pekanbaru-Dumai, di Provinsi Riau, Selasa (13/3/2018). Perkembangan konstruksi Jalan Tol Pekanbaru-Dumai sepanjang 131,475 km, yang dikerjakan PT Hutama Karya ini, progresnya mencapai sekitar 8,95 persen berdasarkan data Kementerian BUMN. Pekerjaan yang dilakukan kini berupa pembersihan lahan, pekerjaan tanah, box culvert, dan pekerjaan solid sodding.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pembangunan Jalan Tol Pekanbaru-Dumai disebut dapat mendorong pemerataan ekonomi. Bahkan, jalan tol ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi 48 persen pedagang dunia melalui Selat Malaka.

" Tol ini akan berperan penting pada pertumbuhan ekonomi di Provinsi Riau dimana akan menjadi Hub ekonomi Sumatera-Asean," ucap Gubernur Provinsi Riau, Syamsuar dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Jumat (29/11/2019) .

Syamsuar menambahkan, jalan tol yang dibangun sepanjang 131 kilometer ini berdampak tinggi terutama bagi pengusaha lokal dan warga setempat.

Lebih lanjut, Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Muhammad Fauzan mengatakan, perseroan akan mengembangkan Value Capture dan Value Creation dalam mengembangkan Jalan Tol Pekanbaru-Dumai yang merupakan bagian dari jaringan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS).

Value Capture dengan memanfaatkan kesempatan bisnis untuk menghasilkan keuntungan yang mendukung pembiayaan pembangunan JTTS selanjutnya.

"Sedangkan Value Creation untuk melaksanakan pengusahaan JTTS agar menghasilkan manfaat semaksimal mungkin bagi masyarakat/pengguna JTTS," tutur Fauzan.

Setelah pembangunan jalan tol paripurna, Hutama Karya akan mengembangkan kawasan industri, esidensial, pariisata, serta mix-use area.

"Hadirnya tol Pek-Dum juga akan membuka lapangan kerja dan konektivitas baru di sini," ujar Fauzan.

Hutama Karya saat ini masuk dalam 3 besar investor di Riau. Dengan demikian, investasi yang dilakukan dapat memberikan manfaat baik bagi perseroan maupun masyarakat setempat.

Hingga saat ini, Hutama Karya tengah membangun Jalan Tol Trans-Sumatera sepanjang 469,5 kilometer.

Dari total panjang jalan tersebut, sepanjang 179 kilometer jalan tol telah beroperasi. Adapun rinciannya antara lain ruas Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung sepanjang 189 kilometer.

Kemudian ruas Medan-Binjai sepanjang 17 kilometer dan ruas Palembang-Indralaya sepanjang 22 kilometer.

Selain itu, hingga kini, progres tol yang telah terbangun dan belum beroperasi antara lain ruas Sigli-Banda Aceh sepanjang 14 kilometer dan ruas Pekanbaru-Dumai sepanjang 87,5 kilometer.

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X