Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ciputra Kembangkan Proyek Resort Miliaran di Tabanan

Kompas.com, 28 November 2019, 12:37 WIB
M Latief

Editor

JAKARTA, KOMPAS.com - Ciputra Group tengah mengembangkan proyek Ciputra Beach Resort di Tabanan, Bali. Lokasi tepatnya proyek itu ada di pinggir pantai eksotis Yeh Gangga.

Andreas Raditya, General Manager Marketing Ciputra Group, menjelaskan bahwap proyek tersebut dibangun untuk menangkap besarnya peluang potensi investasi di Bali. Sebelumnya, Ciputra Beach Resort sudah lebih dulu sukses memasarkan rumah berkonsep vila dengan tipe Sadana Residence dan sudah terjual habis.

Saat ini melalui Nivata Residence, Ciputra menawarkan produk investasi tanah kavling. Produk tanah kavling ini berada dalam kawasan Nivata Residence seluas 6 hektar. Harga yang ditawarkan mulai Rp3 miliaran.

"Bali itu kan salah satu prioritas bagi investor untuk mengalokasikan sejumlah dananya dalam bentuk investasi properti. Khusus di Bali, produk properti yang disasar investor itu rumah mewah, vila, dan tanah sehingga kami juga harus tangkap peluang itu," kata Raditya, Kamis (28/11/2019).

Raditya menambahkan, kelebihan membeli tanah kavling itu karena berlokasi di Ciputra Beach Resort yang berada di dalam satu kawasan dengan konsep dan master plan secara matang, seperti proyek Ciputra lainnya.

"Selain lokasinya strategis dan berpeluang besar untuk berkembang, kondisi di lokasi proyek ini sangat alami, jauh dari ingar-bingar, jadi memang cocok untuk destinasi istirahat, wisata kesehatan atau liburan yang butuh ketenangan maksimal," ucap Raditya.

Dia masih sangat optimistis Bali tetap punya daya tarik bukan hanya untuk warga Indonesia, tapi juga dunia karena memiliki budaya dan alam yang menjadikan tujuan wisata favorit. Ta heran, banyak investor mengalokasikan sejumlah dananya di Bali dalam bentuk investasi properti, mulai rumah mewah, vila, dan tanah.

"Contohnya di kawasan yang sudah berkembang seperti Kuta, Seminyak, dan Nusa Dua yang merupakan kawasan favorit, sedangkan Tabanan akan berkembang pesat ke depannya karena pembangunan infrastruktur di situ sedang gencar dilakukan. Harga di kawasan-kawasan itu sudah tinggi karena lokasinya premium, tapi kenaikan harganya tak begitu cepat, sebab sudah sangat kompetitif," tambah Raditya.

Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Dengan Membership bulanan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Dengan Membership tahunan, kamu ikut mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com secara berkelanjutan dan menikmati benefit member.
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Mendukung tim redaksi KOMPAS.com
Tanpa iklan dan artikel utuh
Akses konten Orisinal tanpa batas
Akses Podcast eksklusif
Newsletter penuh insight dan game Croz/Word tanpa batas
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Diperbaharui : 1 Juli 2026
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Pesan apresiasi berhasil
Pesan apresiasi darimu sudah dipublikasikan di halaman komentar
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau