Bangun Infrastruktur Pariwisata di Katang, AWG Tanam Rp 600 Miliar

Kompas.com - 25/11/2019, 14:24 WIB
Direktur PT Angkasa Wijaya Group (AWG), Wagianto Angkasa Wijaya menandatangani pernyataan komitmen untuk melakukan investasi pembangunan infrastruktur pariwisata di Pulau Katang, Desa Benan, Kecamatan Katang Bidare, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau. KOMPAS.COM/HADI MAULANADirektur PT Angkasa Wijaya Group (AWG), Wagianto Angkasa Wijaya menandatangani pernyataan komitmen untuk melakukan investasi pembangunan infrastruktur pariwisata di Pulau Katang, Desa Benan, Kecamatan Katang Bidare, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau.

LINGGA, KOMPAS.com - Direktur PT Angkasa Wijaya Group (AWG) Wagianto Angkasa Wijaya menandatangani pernyataan komitmen investasi membangun infrastruktur pariwisata di Pulau Katang, Desa Benan, Kecamatan Katang Bidare, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau.

Penandatanganan pernyataan komitmen investasi AWG itu, dilakukan di sela-sela acara Temu Bisnis Sinergitas Antar Daerah Guna Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional, bertepatan dengan hari jadi Kabupaten Lingga ke-16 di Gedung Nasional Dabo Singkep, Minggu (24/11/2019).

Nilai investasi yang akan digelontorkan AWG untuk membangun infrastruktur pariwisata di atas pulau seluas 78,58 hektar itu, diperkirakan mencapai Rp 600 miliar.

"Investasinya akan kami lakukan secara bertahap, hingga izin tukar menukar kawasan hutannya selesai. Mudah-mudahan perizinannya cepat tuntas," kata Wagianto kepada Kompas.com.

Baca juga: Bisnis Apartemen Paling Moncer di Batam, Surabaya, dan Bandung

Wagianto mengaku, dipilihnya Pulau Katang karena pas untuk lokasi pariwisata yang akan dikembangkan AWG.

Selain itu, pulau tersebut juga mudah dijangkau dari Batam, yakni hanya berjarak 30 menitan dari Jembatan VI Batam.

Bupati Lingga Alias Wello mengungkapkan hal senada. Dia memastikan permohonan perizinan AWG segera diproses oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Perdagangan (DPMPTSPP) Kabupaten Lingga.

Pada kesempatan itu, Awe, sapaan akrab Bupati Lingga juga menyampaikan tiga syarat untuk investor yang akan menanamkan modalnya di bumi berjuluk "Bunda Tanah Melayu" tersebut.

Pertama, harus berpihak kepada masyarakat. Kedua, bekerja sama dengan badan usaha milik daerah (BUMD), dan ketiga tetap memperhatikan kondisi lingkungan.

"Jika semua itu terpenuhi, kami pastikan bebas biaya," tegas Awe.

Penandatanganan pernyataan komitmen investasi tersebut juga disaksikan Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Moeldoko, Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Slamet Soebjakto, Asisten II Setda Kepri Syamsul Bahrum serta Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Peternakan, Fini Murfiani.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X