Alasan Erick Tunjuk Pahala Mansury dan Chandra Hamzah Jadi Bos BTN

Kompas.com - 25/11/2019, 12:33 WIB
Ilustrasi BTN KOMPAS/HERU SRI KUMOROIlustrasi BTN

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengumumkan perombakan jajaran pimpinan BUMN, Jumat (22/11/2019)..

Selain Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, Erick juga mengumumkan nama lain, yakni Pahala N Mansury dan Chandra Hamzah menduduki posisi pimpinan di PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN.

Keduanya dipilih menjadi Direktur Utama dan Komisaris Utama BTN.

"Pak Pahala ada tugas baru juga, jadi sebagai Dirut BTN dan komisaris utamanya Pak Chandra Hamzah," ujar Erick seperti dilansir dari tayangan Kompas TV.

Baca juga: Jadi Bos BTN, Begini Karier Pahala Mansury dan Chandra Hamzah

Erick menambahkan, Chandra Hamzah yang memiliki latar belakang hukum dianggap mampu menangani beberapa isu negatif yang menyerang bank pelat merah ini.

Seperti diketahui, BTN memang sempat beberapa kali diterpa kasus terkait adanya dugaan pembobolan dana nasabah senilai Rp 240 miliar.

Kasus pembobolan tersebut memakan korban empat orang nasabah, antara lain SAN Finance, PT Asuransi Jiwa Mega Indonesia, Asuransi Umum Mega, dan Global Index Investindo.

Namun, pihak BTN menegaskan bahwa dugaan itu sebelumnya telah diputus oleh pengadilan alias kasus tersebut sudah selesai.

"Kalau Chandra Hamzah memang background-nya hukum. Kita tahu di BTN sekarang ada isu-isu yang kurang baik, ya tentu harus dilihat secara hukum," ucap Erick.

Selain itu, posisi BTN yang menjadi ujung tombak dari pembiayaan perumahan juga membutuhkan sosok yang sesuai.

Erick menegaskan, ke depannya pemerintah akan menyediakan program akses perumahan bagi anak-anak muda usia 25 tahun hingga 35 tahun.

Program ini, lanjut Erick, juga akan menyasar para Aparatur Sipil Negara (ASN) berusia muda agar memiliki tempat tinggal.

"Kita akan pindah ke ibu kota baru kalau enggak ada fasilitas perumahan buat ASN gimana?" tutur dia.

Lebih lanjut, Erick berharap, para pimpinan baru tersebut dapat bekerja dengan baik serta melayani masyarakat.

"Karena filosofi dari Kementerian BUMN ke depan, harus service oriented. Kenapa? dengan 142 perusahaan kita harus menjadi bagian kerja sama dengan teman-teman di perusahaan BUMN kita men-service jadi bukan membirokrasikan," tuntas Erick.

 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X