Pemerintah Libatkan Jepang dalam Pembangunan Infrastruktur

Kompas.com - 22/11/2019, 15:35 WIB
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono bersama Yosuo Fakuda di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Kamis, (22/11/2019). Dok. Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPRMenteri PUPR Basuki Hadimuljono bersama Yosuo Fakuda di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Kamis, (22/11/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Dalam rangka mempererat hubungan Pemerintah Indonesia dengan Pemerintahan Jepang, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ( PUPR) Basuki Hadimuljono menerima kunjungan Perdana Menteri Jepang periode 2007-2008, sekaligus Ketua Asosiasi Jepang – Indonesia, Yasuo Fukuda di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Kamis (21/11/2019). 

Basuki Hadimuljono mengatakan, pertemuan tersebut membahas langkah-langkah kerja sama di bidang investasi pada beberapa pembangunan infrastruktur di Indonesia.

“Ada beberapa hal yang dibahas, seperti proyek peningkatan kereta cepat koridor Jakarta–Surabaya. Kementerian PUPR sendiri bertanggung jawab dalam pembuatan flyover-nya,” terang Basuki.

Baca juga: Jadi World Class Operator Setara Jepang, Ini Strategi MRT Jakarta

Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Jepang juga menawarkan alat-alat laboratorium untuk Politeknik PU di Semarang yang bertujuanmembantu memecahkan persoalan banjir di Jakarta karena sebelumnya mereka telah berpengalaman dalam menangani banjir di Jepang.

Pemerintah Jepang juga diharapkan dapat mendukung investasi jalan tol akses di Cikopo-Palimanan (Cipali) ke Pelabuhan Patimban di Kabupaten Subang, Jawa Barat. Biaya investasi tol sepanjang 40 kilometer tersebut diperkirakan mencapai Rp 5,35 triliun.

Yasuo Fukuda mengatakan selama ini telah bekerja sama dengan Indonesia yang dianggapnya merupakan negara yang dapat menjaga pertumbuhan stabilitas di tengah kondisi global yang lesu.

“Menurut saya, selain kerjasama investasi di bidang infrastruktur juga ada hal yang penting, yakni kerjasama di bidang sumber daya manusia, misalnya program kuliah ke Negara Jepang atau training di perusahaan Jepang dalam rangka pengembangan kapasitas para insinyur Indonesia,” tutup Fukuda.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X