Jajaki Minat Pasar, Pemerintah Tawarkan Empat Jalan Tol

Kompas.com - 21/11/2019, 10:43 WIB
ilustrasi jalan tol ilustrasi jalan tol

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan pembangunan jalan baru sepanjang 3.000 kilometer, dan jalan tol 2.500 kilometer.

Hal ini untuk mendorong ketersediaan infrastruktur konektivitas dalam rangka mengurangi biaya logistik, memperlancar mobilitas serta meningkatkan daya saing.

Namun, membangun infrastruktur konektivitas, terutama jalan tol, masih terkendala masalah  pembiayaan.

Pasalnya, kemampuan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2020-2024 hanya mampu memenuhi 30 persen atau sekitar Rp 623 triliun dari total kebutuhan anggaran untuk penyediaan infrastruktur sebesar Rp 2.058 triliun.

Baca juga: Tol Terpanjang di Indonesia Resmi Beroperasi

Sebagai langkah untuk menutupi gap pendanaan non-APBN sebesar 70 persen atau Rp 1.435 triliun, Kementerian PUPR membuka peluang inovasi pembiayaan pembangunan infrastruktur melalui skema Kerjasama Pemerintah Badan Usaha ( KPBU) atau Public Private Partnership (PPP).

Keterlibatan badan usaha melalui skema KPBU merupakan bagian dari strategi besar untuk membiayai infrastruktur.

Untuk itu dibutuhkan komitmen pendanaan APBN untuk tahapan persiapan, pengadaan tanah maupun pengembalian kepada Badan Usaha bila dilakukan dengan Availability Payment (AP).

"Dengan cara ini maka kapasitas pembangunan infrastruktur akan meningkat berkali lipat," ujar MEnteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam keterangan pers, Kamis (21/11/2019).

Melalui skema KPBU, Pemerintah memberikan berbagai fasilitas dan kemudahan diantaranya dukungan Viability Gap Funding (VGF) berupa dukungan pendanaan APBN untuk pembangunan sebagian konstruksi jalan tol sehingga meningkatkan kelayakan finansial suatu ruas tol.

Hari ini, Kamis (21/11/2019), Kementerian PUPR menggelar acara penjajakan minat pasar (market sounding) melalui skema KPBU untuk 4 ruas jalan tol sepanjang 424,27 kilometer.

Keempatnya adalah:

  1. Jalan Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulon Progo (93,14 kilometer) dengan biaya Rp 28,58 triliun.
  2. Jalan Tol Yogyakarta-Bawen (76,36 kilometer) dengan biaya Rp 17,38 triliun.
  3. Jalan Tol Gedebage Tasikmalaya-Cilacap (206,65 kilometer) biaya sebesar Rp 57,594 triliun
  4. Jalan Tol Makasar, Maros, Sungguminasa dan Takalar (Mamminasata) sepanjang 48,12 kilometer dengan biaya Rp 9,41 triliun.

Pembangunan jalan tol memiliki peran penting sebagai “backbone” dalam konektivitas antar wilayah dan efisiensi biaya logistik di Indonesia.

Oleh karena itu, penyelenggaraan market sounding ini sangat penting dalam mendukung pengembangan jalan tol di Indonesia.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X