Fase II MRT Jakarta Bunderan HI-Ancol Barat Butuh Rp 22,5 Triliun

Kompas.com - 20/11/2019, 19:20 WIB
Stasiun MRT Jakarta Stasiun Bundaran HI, Rabu (17/4/2019) KOMPAS.com/Ryana AryaditaStasiun MRT Jakarta Stasiun Bundaran HI, Rabu (17/4/2019)

Murahnya suku bunga inilah yang mendasari Pemerintah Indonesia memilih JICA sebagai kreditor pembangunan MRT Jakarta ketimbang tawaran pinjaman dari sindikasi perbankan dengan bunga sebesar 3 persen sampai 4 persen.

Kredit yang dikucurkan tersebut telah direalisasikan dalam empat tahap konstruksi dan satu tahapan konsultansi.

Keempat tahap konstruksi ini adalah depot dan struktur layang, struktur underground,  railways system dan track work, serta rolling stocks senilai Rp 14.581.309.000.000.

Baca juga: MRT Jakarta Optimistis Raup Pendapatan Positif hingga Akhir 2019

Kemudian konsultansi yang menyangkut tender assistance service (TAS-1), tender assistance service, construction management consulting services , dan operation maintenance consulting service dengan nilai Rp 576.170.000.000.

Karena penandatanganan perjanjian pinjaman dilakukan pada 2015 dengan masa tenggang (grace periode) 10 tahun, maka PT MRT Jakarta harus mulai melunasinya pada 2025.

"Utang harus dibayar kan, semoga lunas pada 2055 mendatang," tuntas Tuhiyat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X