Taqwaland Tawarkan Vila dan Investasi Kavling Hidroponik

Kompas.com - 20/11/2019, 18:07 WIB
Lokasi proyek Cipanas Green View dan Cipanas Hydroponic Hills di kawasan Cipanas, Jawa Barat. Dokumentasi TaqwalandLokasi proyek Cipanas Green View dan Cipanas Hydroponic Hills di kawasan Cipanas, Jawa Barat.

JAKARTA, KOMPAS.com - Tak banyak pengembang yang menawarkan produk properti sekaligus investasi hospitalitas dan pertanian hidroponik.

Satu dari segelintir ini adalah PT Taqwaland Development yang tengah membangun proyek vila dengan nama Cipanas Green View, dan kavling hidpronik bertajuk Cipanas Hydroponic Hills.

Keduanya menempati area seluas 22 hektar dari total rencana pengembangan 142 hektar di kawasan Cipanas, Jawa Barat.

Komisaris PT Taqwaland Development Arif Rahman menuturkan, permintaan properti sektor hospitalitas di kawasan Cipanas dan sekitarnya terus meningkat dari tahun ke tahun.

Hal ini karena properti hospitalitas sangat terkait erat dengan industri pariwisata. Dan Cipanas, seperti diketahui khalayak merupakan destinasi wisata yang selalu ramai dikunjungi setiap akhir pekan.

Baca juga: Jokowi Permudah Syarat Kepemilikan Rumah, DP Hanya 1 Persen

"Kalau sudah weekend, cari hotel dan penginapan sudah nggak bisa. Semua fully booked. Tingkat okupansinya 100 persen. Hari biasa pun rata-rata di atas 50 persen," ungkap Arif menjawab Kompas.com, Rabu (20/11/2019).

Sementara untuk produk pertanian hidroponik, Cipanas merupakan pemasok utama berkualitas baik dengan permintaan terbesar berasal dari pasar modern, supermarket, dan pasar ekspor.

Fakta inilah yang mendasari PT Taqwaland Development mengembangkan Cipanas Green View sebanyak 200 unit dan Cipanas Hydroponic Hills sejumlah 350 kavling.

PT Taqwaland Development akan menggandeng pemain hospitalitas Nasional untuk mengelola vilanya dengan pendandatanganan memorandum of understanding (MoU) dilakukan bulan Desember 2019.

Vila-vila yang ditawarkan mencakup tiga jenis yakni Container Villa, Glamour Camping, dan Villa Kayu khas Lombok. Harga perdana dibanderol sekitar Rp 200 jutaan.

Sedangkan kavling hidroponik bisa dimiliki dengan harga sekitar Rp 50 jutaan berukuran minimal 100 meter persegi.

Kavling-kavling hidroponik ini dikelola oleh anak usaha PT Taqwaland Development yakni PT Taqwa Agro Lestari.

Perusahaan ini melengkapi kedua produk ini dengan sejumlah fasilitas seperti Green View Selfie Park, Kawasan Wisata Reliji Masjid Kapal Munzalan Mubarokan At Taqwa, Mountain Cafe, arean outbound dan paintbal, arena berkuda dan memanah, dan kolam renang.

Profit sharing

Adapun mekanisme investasi yang ditawarkan adalah berupa profit sharing atau bagi hasil dengan besaran 45 persen.

Arif yakin, balik modal akan cepat bergulir, baik untuk produk vila maupun kavling hidroponik. Hal ini mengingat tingginya tingkat okupansi, dan permintaan sayuran.

"Dalam waktu hanya empat sampai lima tahun, modal bisa kembali dengan return of investment (ROI) menarik dan kompetitif," kata Arif.

Ilustrasinya begini, Anda membenamkan dana sekitar Rp 100 juta untuk kavling hidroponik yang diisi 2.200 lubang.

Dengan asumsi 150 gram per lubang, maka akan didapat hasil tanam sebanyak 300 kilogram. Jika hasil tanam ini dijual seharga Rp 17.000 per kilogram sebagai harga pasar, maka omset per bulan yang dapat diraup senilai Rp 5,610 juta.

Itu baru bicara omset. Jika bergeser ke keuntungan bersih atau nett profit, akan didapatkan nilai sebesar Rp 3,870 juta sebagai hasil dari pengurangan omset Rp 5,160 juta terhadap operational cost Rp 1,740 juta.

Bagaimana dengan pendapatan bersih (nett income)? Tinggal dikali besaran bagi hasil saja, yakni 45 persen, pemilik kavling hidroponik akan meraup nett income senilai Rp 1,741 juta per bulan.

"Skema investasi ini berbeda dengan Kampung Kurma yang sekarang sedang jadi perbincangan publik. Kami punya aset, barangnya ada, sementara Kampung Kurma sama sekali tidak ada. Di sini bedanya," imbuh Arif.

Seolah ingin meyakinkan pembeli, Arif dengan senang hati mengajak calon pembeli dan investor yang tertarik untuk mendatangi Cipanas Green View, dan Cipanas Hydroponic Hills.

Upaya ini juga sekaligus menepis anggapan negatif yang kadung tertancap, bahwa investasi dengan instrumen kavling pertanian seringkali bodong.

"Kami memberikan garansi uang kembali atau buy back guarantee. Lagipula semua bisa datang berkunjung melihat lokasi dan produknya," cetus Arif.

Hingga saat ini, vila dan kavling yang terserap pasar senilai Rp 50 miliar dari total target penjualan Rp 170 miliar sampai akhir 2020 mendatang.

 

 

 

 

 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X