Pusat Perbelanjaan Termahal Dunia Ada di Jalan Ini

Kompas.com - 20/11/2019, 08:21 WIB
Warga Hongkong berjalan kaki di pedestrian jalan daerah Causeway Bay, Hongkong, Minggu (19/6/2016) sore. Causeway Bay berada di daratan seberang area Kowloon, Tsim Tsa Tsui sekitar 20 menit dijangkau menggunakan Mass Transit Rail (MTR). KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJOWarga Hongkong berjalan kaki di pedestrian jalan daerah Causeway Bay, Hongkong, Minggu (19/6/2016) sore. Causeway Bay berada di daratan seberang area Kowloon, Tsim Tsa Tsui sekitar 20 menit dijangkau menggunakan Mass Transit Rail (MTR).

JAKARTA, KOMPAS.com - Causeway Bay Hong Kong telah mempertahankan reputasinya sebagai area pusat perbelanjaan termahal di dunia.

Sementara New Bond Street London adalah nama jalan yang mendapat predikat sebagai tempat termahal di Eropa dalam menemukan toko ritel bergengsi, menempati posisi kedua.

Demikian laporan tahunan Cushman and Wakefield berjudul 'Main's Street Across The World' berdasarkan nilai sewa untuk 448 lokasi di 68 pasar seluruh dunia.

Peringkat ketiga diduduki Avenue des Champs Elysées di Paris dan Via Montenapoleone di Milan berada di posisi keempat.

Baca juga: Bangun 15 Pusat Belanja, NWP Retail Siapkan Rp 2,8 Triliun

Melengkapi urutan lima besar dengan kenaikan harga sewa terbesar adalah Pitt Street Mall di Sydney

Adapun lima dari sepuluh jalan global teratas ada di Eropa, dengan empat di Asia dan hanya satu di Amerika Serikat.

Wilayah Asia Pasifik berada dalam posisi yang relatif kuat, dengan sewa di lebih dari 80 persen lokasi mengalami kenaikan sewa atau stabil.

India mencatat kinerja yang sangat kuat, dengan pertumbuhan sewa yang kuat di beberapa kota.

Sementara sewa ritel di Hong Kong tetap kokoh meskipun harus menghadapi demonstrasi dari sejumlah kelompok belum lama ini. 

Causeway Bay tetap menjadi jalan ritel termahal di dunia tahun ini, berdasarkan data pada Juni 2019, saat survei global ritel selesai dilakukan.

Namun, sejak saat itu, pasar ritel Hong Kong mendapat tekanan yang meningkat dari protes pengunjuk rasa yang telah menyebabkan penurunan tajam pada kedatangan wisatawan dan penjualan ritel, serta gangguan operasional peritel, terutama selama akhir pekan.

"Akibatnya, sewa ritel turun di semua sub-pasar dalam beberapa bulan terakhir dan prospek untuk sisa tahun ini cukup mengkhawatirkan," terang Direktur Eksekutif, Kepala Layanan Ritel, Hong Kong di Cushman & Wakefield, Kevin Lam.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X