7 Bulan MRT Jakarta Beroperasi, Permintaan Properti Melesat Tinggi

Kompas.com - 18/11/2019, 16:32 WIB
Managing Director Lamudi Indonesia Mart Polman LamudiManaging Director Lamudi Indonesia Mart Polman

Harga di bawah Rp 2 Miliar Diburu

Untuk menjawab meningkatnya permintaan properti tersebut, kata Mart, pengelola MRT harus dapat mengintegrasikan antara light rail transit (LRT), dan jalur MRT serta properti berbasis TOD.

"Tidak bisa parsial. Harus dikembangkan lebih lanjut dengan sistem dan moda transit lainnya dengan trase lebih panjang, agar manfaatnya dapat dirasakan semua orang," cetus Mart.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Mart, ada daerah-daerah yang potensial dimanfaatkan secara maksimal. Daerah ini harga lahan dan propertinya lebih rendah, namun karena terkoneksi dengan MRT Jakarta mengalami peningkatan tajam

Sebut saja daerah Lebak Bulus dan sekitarnya. Demikian halnya kawasan fatmawati, Cipete, Haji Nawi, dan lain-lain.

Semakin baik konektivitasnya, semakin banyak keuntungan yang dimiliki properti di dekat LRT dan MRT.

Namun demikian, Mart tidak bisa berspekulasi, properti yang paling terdampak kehadiran MRT, terutama dari segi harga.

"Tetapi harapan saya adalah bahwa pada akhirnya itu mengikuti permintaan pasar. Sebagian besar akan menguntungkan properti dengan harga di bawah Rp 2 miliar," tuntas Mart.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.