7 Bulan MRT Jakarta Beroperasi, Permintaan Properti Melesat Tinggi

Kompas.com - 18/11/2019, 16:32 WIB
Suasana Stasiun MRT Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Senin (25/3/2019). MRT Jakarta resmi beroperasi setelah diresmikan Presiden Joko Widodo pada Minggu (24/3/2019). Layanan pada fase operasi tidak berbayar dari Stasiun Lebak Bulus hingga ke Stasiun Bundaran HI akan dimulai pada pukul 05.30 WIB hingga 22.30 WIB. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOSuasana Stasiun MRT Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Senin (25/3/2019). MRT Jakarta resmi beroperasi setelah diresmikan Presiden Joko Widodo pada Minggu (24/3/2019). Layanan pada fase operasi tidak berbayar dari Stasiun Lebak Bulus hingga ke Stasiun Bundaran HI akan dimulai pada pukul 05.30 WIB hingga 22.30 WIB.

JAKARTA, KOMPAs.com - Tujuh bulan pasca beroperasionya MRT Jakarta, permintaan properti melesat tinggi. 

Managing Director Lamudi Indonesia Mart Polman mengungkapkan perubahan permintaan properti yang menunjukkan kurva meningkat, kepada Kompas.com, Minggu (17/11/2019).

"Saya pikir MRT Jakarta  telah membuktikan sendiri, penggunaanya sangat tinggi. Ini sebuah prestasi yang patut diapresiasi untuk sesuatu yang baru ada di Jakarta, bahkan Indonesia," kata Mart.

Jika harus membandingkan waktu perjalanan di Koridor Lebak Bulus-Bunderan HI sepanjang 16 kilometer yang harus ditempuh banyak penumpang, MRT Jakarta memberikan keuntungan yang jelas dalam hal efisiensi waktu.

"Kami telah melihat permintaan yang lebih tinggi untuk properti di dekat stasiun atau sekitar MRT Jakarta," lanjut Mart.

Hal senada dikemukakan Direktur Operasional dan Perawatan PT MRT Jakarta Muhammad Effendi saat presentasi pada MRT Fellowhip Program, Jumat (15/11/2019).

Menurutnya harga lahan dan properti di dekat stasiun MRT melonjak lebih tinggi dengan cepat.

"Oleh karena itulah, perusahaan kemudian membuat kajian studi (feasibility study) untuk membangun properti berbasis transit oriented development (TOD). Proyek perdana akan direalisasikan di Stasiun Duku Atas," ungkap Effendi.

Dari pengembangan TOD di seluruh 13 stasiun Koridor Lebak Bulus-Bunderan HI, potensi pendapatan yang dapat diraup senilai Rp 240 triliun.

Harapannya, pendapatan ini dapat menutupi ongkos operasional MRT Jakarta per tahun yang mencapai Rp 500 miliar yang belum dapat dipenuhi dari penjualan tiket dan naming rights.

Harga di bawah Rp 2 Miliar Diburu

Managing Director Lamudi Indonesia Mart PolmanLamudi Managing Director Lamudi Indonesia Mart Polman
Untuk menjawab meningkatnya permintaan properti tersebut, kata Mart, pengelola MRT harus dapat mengintegrasikan antara light rail transit (LRT), dan jalur MRT serta properti berbasis TOD.

"Tidak bisa parsial. Harus dikembangkan lebih lanjut dengan sistem dan moda transit lainnya dengan trase lebih panjang, agar manfaatnya dapat dirasakan semua orang," cetus Mart.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X