"Ellips" Resmi Membuka "Flagship Store" di Tmall Global Alibaba

Kompas.com - 11/11/2019, 21:32 WIB
Penghitungan transaksi GMV Global Shopping Festival 2019 terus berjalan secara real time. Hilda B Alexander/Kompas.comPenghitungan transaksi GMV Global Shopping Festival 2019 terus berjalan secara real time.

HANGZHOU, KOMPAS.com - Ellips, merek vitamin rambut yang diproduksi PT Kino Indonesia Tbk secara resmi membuka toko utama atau flagship store perdananya di Tmall Global, salah satu platform belanja online milik Alibaba Group.

Pembukaan toko secara resmi ini dilakukan tepat pada saat penyelenggaraan pesta belanja online atau Global Shopping festival 11.11 tahun 2019.

Head of Business Development, South and Southeasia, Hong Kong, Macao, and Taiwan, Tmall Global Chris Wang mengungkapkan hal itu saat sesi tanya jawab dengan media di Alibaba Xixi Campus, Senin (11/11/2019).

Menurut Chris, selain Ellips, terdapat merek Old Town Coffee asal Malaysia, merek kosmetik dan lipstik dari Filipina, dan satu merek lagi asal Thailand. 

Kawasan Asia Tenggara, kata Chris, memiliki banyak potensi. Tak mengherankan jika dalam beberapa tahun terakhir, jumlah merek asal kawasan ini yang membanjiri pasar China bertambah dua kali lipat.

Baca juga: Dalam 10 Jam, Transaksi Pesta Belanja 11.11 Tembus Rp 337,38 Triliun

"E-commerce telah membuat konsumen besar China dapat membeli produk yang mereka butuhkan tanpa harus mengantre. Toko pun dapat beroperasi secara flagship tanpa membuka perusahaan fisik di China," tutur Chris.

Hingga kini terdapat lebih dari 22.000 merek internasional dari 78 negara menawarkan produknya di Tmall Global. 

Tantangan masuk pasar China

Sejatinya, sebelum Ellips, terdapat Tmall Indonesia Pavilion yang khusus dirancang untuk produk Indonesia pada tahun 2018 lalu.

Pavilion ini dibuka untuk lima merek yang dipilih pemerintah Indonesia agar dipromosikan khusus di Global Shopping Festival 11.11 Tahun 2018.

Kelima produk tersebut adalah Kopi Kapal Api (Luwak Drip), Biskuit Recheese (Nabati), Papatonk Prawn Crackers (krupuk udang), Indomie, dan yang Tyty Sarang Burung Walet.

Kendati demikian, untuk sukses menarik minat dan selera konsumen China bukan perkara mudah.

Gross Merchandise Value (GMV) Global Shopping Festival 11.11 Tahun 2019 mengalahkan catatan tahun 2014.Hilda B Alexander/Kompas.com Gross Merchandise Value (GMV) Global Shopping Festival 11.11 Tahun 2019 mengalahkan catatan tahun 2014.
Menurut Chris ada beberapa elemen dan tantangan yang harus diatasi oleh merek-merek internasional untuk dapat berkompetisi di pasar China.

Pertama adalah, pastikan mitra lokal China yang dipilih dalam berbisnis tepat dan sesuai dengan visi perusahaan.

Mereka akan membantu Anda melokalisasi produk dan operasional toko Anda. Mitra lokal ini juga harus memahami merek Anda, apa yang ingin Anda soroti di pasar lokal China, dan nilai-nilai brand-nya.

Kedua, menyiapkan konten digital. Siaran langsung semacam streaming di platform Taobao sangat tinggi pengunjungnya (viewers). 

Anda harus cukup banyak upaya uuntuk membuat konten demi konsumen yang terutama mengkonsumsi informasi melalui internet.

"Ketiga, jika Anda ingin melakukan uji coba, Anda harus memastikan merek Anda siap. Business to Consumers atau B2C adalah pendekatan yang paling efektif," imbuh Chris.

Jika Anda sudah melakukan hal di atas, maka tantangan seperti kurangnya informasi yang merupakan masalah terbesar dalam membawa produk Anda ke China, terlewati.

Kedua, kendala lainnya adalah belum paham kebutuhan dan keinginan pasar China.

"Sebaliknya, kami memiliki ekosistem yang sangat maju di China, bekerja bersama kami selalu bergantung pada merek untuk mendefinisikan pendekatan. Mitra lokal itu penting," tambah Chris.

Lepas dari itu, ekonomi dan pertumbuhan konsumsi China mendorong merek internasional masuk ke pasar China.

"Beberapa bulan atau tahun mendatang, pasar akan berhasil. Harapannya bisa tercipta persaingan sehat merek internasional," tuntas Chris.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X