Indonesia Siap Sinergikan "Master Plan on ASEAN Connectivity" dan BRI

Kompas.com - 04/11/2019, 14:28 WIB
Jalan Tol Balikpapan-Samarinda Seksi V porsi pemerintah, Minggu (8/9/2019) KOMPAS.com/HILDA B ALEXANDERJalan Tol Balikpapan-Samarinda Seksi V porsi pemerintah, Minggu (8/9/2019)

JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia sudah sangat siap berkolaborasi dengan investor asing terutama negara-negara ASEAN Plus Three (APT) dan juga China dalam pengembangan infrastruktur konektivitas.

Salah satu bentuk kolaborasi yang bisa dilakukan yaitu dengan menyinergikan Master Plan on ASEAN Connectivity (MPAC) 2025 dan Belt and Road Initiative (BRI).

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan rakyat (PUPR) Danang Parikesit menyampaikan hal itu kepada Kompas.com, Senin (4/11/2019) menanggapi ajakan Presiden Jokowi kepada China untuk menghadiri Indo-Pacific Infrastructure and Connectivity Forum 2020.

"Kita sudah sangat siap. Kami juga akan terus mendorong investasi swasta non-BUMN, termasuk dari luar negeri, terutama yang akan membawa elemen teknologi," tutur Danang.

Baca juga: IIF Ngebet Danai Proyek Infrastruktur hingga Rp 5 Triliun

Dia melanjutkan, khusus untuk pengembangan infrastruktur konektivitas jalan tol, bahkan tender dan dokumen kontraknya sudah sangat terbuka bagi investor internasional masuk.

Danang menyebut, salah satu investor asing yang sudah masuk untuk berkontribusi dalam pengembangan teknologi jalan tol adalah Roatex Ltd asal Hungaria.

Mereka adalah pemrakarsa dalam program modernisasi jalan tol khusus untuk sistem transaksi.

Adapun investor asing lainnya, ikut dalam proses prakarsa jalan tol lainnya. Hanya, Danang belum bisa menyebutkan nama investor tersebut, karena harus menunggu Surat Keputusan Menteri PUPR terbit.

"Belum bisa saya announce. Menunggu SK-nya turun," ucap Danang. 

Indonesia sendiri, menurut Danang, sangat kompetitif dalam pengembangan infrastruktur konektivitas, karena tingkat pengembalian investasinya (return) sangat menarik.

Terbukti dari sjeumlah pipeline pengembangan hingga 2024 mendatang yang tendernya sudah berjalan, sebagian besar masih dipegang oleh investor eksisting.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X