Telan Rp 24,5 Miliar, Keraton Mangkunegaran Tuntas Direvitalisasi

Kompas.com - 04/11/2019, 12:00 WIB
Revitalisasi kawasan strategis Keraton Mangkunegaran menelan dana APBN Rp 24,5 miliar. Dokumentasi Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPRRevitalisasi kawasan strategis Keraton Mangkunegaran menelan dana APBN Rp 24,5 miliar.

JAKARTA, KOMPAS.com - Penataan Bangunan Strategis Kawasan Keraton Mangkunegaran di Kota Surakarta, Jawa Tengah, telah selesai dilaksanakan dengan menelan dana APBN sneilai Rp 24,5 miliar.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya pada tahun 2018 menata bangunan cagar budayayang telah rapuh dimakan usia.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, konsep revitalisasi disesuaikan dengan fungsi kota sebagai tujuan wisata.

"Selain itu, juga memperhatikan keselarasan lingkungan dan mempertahankan kearifan lokal mulai dari tahap perencanaan hingga pembangunan dengan melibatkan Pemerintah Daerah,” kata Basuki dalam keterangan tertulis, Minggu (3/11/2019).

Baca juga: Empat Asosiasi Deklarasi Cagar Budaya Berkelanjutan

Penataan Bangunan Strategis Kawasan Keraton Mangkunegaran seluas 26.918 meter persegi ini Lapangan Pamedan, revitalisasi Kawasan Panti Putro, dan beberapa bangunan lain yang mengalami kerusakan.

Keraton Mangkunegaran yang dibangun pada 1757 merupakan istana resmi Kadipaten Praja Mangkunegaran dan tempat kediaman para pemimpin Keraton.

Selayaknya keraton, Mangkunegaran memiliki pamedan atau lapangan pelatihan prajurit, pendopo, pringgitan atau ruang transisi antara pamedan dan dalem, dalem atau istana, dan keputrèn atau tempat tinggal putri.

Saat ini Keraton Mangkunegaran juga berfungsi sebagai salah satu destinasi wisata budaya di Kota Surakarta.

Berbagai acara kebudayaan juga kerap digelar di kawasan ini. Baru-baru ini Presiden Joko Widodo (Jokowi) merayakan Hari Batik Nasional di Keraton Mangkunegaran bersama 500 orang pembatik.

Lokasi Keraton Mangkunegaran dapat ditempuh dengan waktu sekitar 30 menit dengan berjalan kaki dari Keraton Surakarta Hadiningrat, 20 menit dengan berjalan kaki dari Pasar Klewer, dan 15 menit berkendara dari Kampung Batik Laweyan. 

Dengan tampilan baru ini, Basuki mengharapkan Kawasan Keraton Mangkunegaran dapat menarik lebih banyak lagi turis domestik dan mancanegara berkunjung agar perekonomian dapat terus meningkat.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X