Sebulan Lagi "Deadline" Penentuan Tarif Tol Layang Jakarta-Cikampek

Kompas.com - 30/10/2019, 20:53 WIB
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono didampingi Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Desy Arryani saat mendengarkan penjelasan terkait pembangunan Tol Jakarta-Cikampek II (Elevated) oleh Direktur Utama PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek Djoko Dwijono, Kamis (19/9/2019). Saat ini, pekerjaan konstruksi jalan tol layang tersebut telah mencapai 96,5 persen. KOMPAS.COM/DANI PRABOWOMenteri PUPR Basuki Hadimuljono didampingi Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Desy Arryani saat mendengarkan penjelasan terkait pembangunan Tol Jakarta-Cikampek II (Elevated) oleh Direktur Utama PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek Djoko Dwijono, Kamis (19/9/2019). Saat ini, pekerjaan konstruksi jalan tol layang tersebut telah mencapai 96,5 persen.

Untuk diketahui, tarif tol eksisting yang telah beroperasi sejak 1988 itu sebesar Rp 208 per kilometer.

Sementara, usulan tarif tol layang berdasarkan perjanjian pengusahaan jalan tol (PPJT) Rp 1.250 per kilometer.

Artinya, ada gap yang cukup jauh antara tarif tol layang dan tol eksisting saat ini.

"Ini yang masih dicari di level berapa rebalancing-nya. Kami belum tuntas bahasnya. Dalam minggu ini kita bahas lagi," ucapnya.

"Kemarin kan dengan Dirjen Bina Marga kita bahas sebelum November. Tapi belum selesai. Di ujung November deh pas izin pengoperasian," tuntas Danang.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X