Pasokan Rumah Berlebih, Dubai Hadapi Bencana Ekonomi

Kompas.com - 29/10/2019, 07:00 WIB
Ilustrasi Dubai Marina di malam hari SHUTTERSTOCKIlustrasi Dubai Marina di malam hari

KOMPAS.com - Membeludaknya pasokan hunian di Dubai telah membuat para pemain properti di wilayah itu khawatir. Bahkan Dubai perlu menghentikan pembangunan rumah baru selama satu atau dua tahun.

Mengutip laman Bloomberg, penghentian ini dilakukan guna mencegah bencana ekonomi yang diakibatkan oleh melubernya pasokan rumah.

"Kami memasuki persimpangan sekarang," ucap Ketua Damac Properties PJSC, Hussain Sajwani.

Sajwani merupakan salah seorang yang aktif menyerukan pembatasan pembangunan. Terlebih, dalam kurun waktu lima tahun terakhir, pasar properti Dubai menunjukkan  perlambatan. Ini terlihat dengan penurunan harga rumah yang mencapai 30 persen.

Bahkan, merosotnya harga properti di Dubai telah membalikkan seluruh prediksi yang menyatakan bahwa akan ada rebound harga rumah.

Baca juga: Dubai Hadirkan Mal dengan Taman Botani

Tahun ini saja, lembaga riset properti JLL memperkirakan setidaknya Gulf City di Dubai berencana membangun sekitar 30.000 unit rumah baru atau sebesar dua kali lipat dari permintaan hunian di wilayah ini.

Sajwani mengatakan, perusahaan yang ia pimpin secara drastis telah mengurangi penjualan baru dalam dua tahun terakhir. Dia mengatakan, pihaknya akan fokus pada penjualan properti.

Meski begitu, pengembang ini tetap akan menyelesaikan sekitar 4.000 unit rumah tahun ini dan 6.000 unit hunian lagi pada tahun 2020.

Untuk itu, Sajwani menyarankan para pengembang untuk membekukan pasokan dalam jangka waktu tertentu.

"Kurangi selama satu tahun, mungkin 18 bulan, mungkin 2 tahun," ucap dia.

Dia juga memperingatkan akan adanya risiko perbankan. Kelebihan pasokan, lanjut Sajwani, dapat menyebabkan masalah bagi perbankan.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Bloomberg
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X