Lewat Newton 2, Ciputra Optimistis Raih Untung di Ciputra World 2

Kompas.com - 24/10/2019, 10:44 WIB
The Newton 2 masih merupakan bagian dari Ciputra World 2. Dok Ciputra GroupThe Newton 2 masih merupakan bagian dari Ciputra World 2.
Editor M Latief

JAKARTA, KOMPAS.com - Kawasan pusat kota Jakarta seperti ruas Jl Jenderal Sudirman - MH Thamrin, Jl. Prof. Satrio, dan Jl. HR Rasuna Said adalah kawasan premium. Dengan segala kelebihannya, area Central Business District ( CBD) Jakarta ini bahkan dikenal sebagai "Segitiga Emas".

Tak heran, kawasan tersebut bukan lagi kawasan perumahan, tapi pusat bisnis dan jasa, serta gaya hidup. Dengan kondisi makin terbatasnya lahan, wajar jika pengembangan hunian di kawasan itu makin didominasi oleh high-rise building.

Lantaran itulah, Andreas Raditya, General Manager Marketing Ciputra Group mengatakan bahwa untuk kawasan ini Ciputra Group lebih menawarkan konsep superblok (mixed used) Ciputra World 2 yang meliputi Tokopedia Tower, Ascott Sudirman Jakarta, The Orchard Satrio, The Residence, The Suites, dan The Newton.

Sebelumnya, Ciputra Group terbilang sukses mengembangkan Ciputra World 1 Lotte Shopping Avenue, Raffles Residence, Raffles Hotel, dan DBS Bank Tower. Lokasi kedua proyek itu juga bersebelahan di ruas Jl Satrio, kawasan Mega Kuningan.

"Saat ini untuk produk apartemen sejenis yang dikembangkan di CBD Jakarta sudah sangat terbatas. Makanya, di Ciputra World 2 yang kami tawarkan sekarang adalah apartemen dengan harga Rp 1 miliar," kata Andreas, Selasa (22/10/2019).

Produk apartmen yang dimaksud itu adalah The Newton 2 yang masih merupakan bagian dari Ciputra World 2. Andreas menuturkan, proyek ini adalah lanjutan produk sebelumnya, yakni The Newton.

"Sukses proyek perdana ini kami lanjutkan, karena harganya cukup kompetitif di kawasan ini. Banyak konsumen, terutama di segmen milenial menilai kalau hunian apartemen di CBD Jakarta itu mahal, padahal ridak juga. Misalnya, kalau beli tunai di Newton 2 bisa di bawah Rp1 miliar," ujar Andreas.

Proyek The Newton 2 meliputi 625 unit. Apartemen ini menawarkan tipe mulai 24 meter persegi sampai 61 meter persegi dengan pilihan tipe seperti studio, satu kamar dan dua kamar tidur.

Andreas berani menjamin bahwa apartemen di kawasan ini bukan hanya sebatas tempat tinggal, tapi juga future investment. Untuk itu, dai memberikan kesempatan anak milenial yang mau mulai berinvestasi dengan memberikan kemudahan pembayaran uang muka.

"Kawasan ini sudah didominasi high-rise building. Tinggal di kawasan strategis ini adalah prestise tersendiri, maka jangan heran sebagian orang rela menyewa atau merogoh koceknya untuk tinggal di CBD Jakarta," tambah Andreas.

Dia memastikan bahwa kebutuhan tempat tinggal yang dekat dengan lokasi kantor saat ini seolah jadi keharusan generasi milenial. Alasannya sederhana, yakni praktis dan simpel, karena jarak antara tempat tinggal, lokasi kerja dan pusat perbelanjaan, serta tempat hang out sangat dekat.

"Biaya per bulan untuk tinggal di kamar indekos di kawasan bisnis Jakarta seperti di ruas Jl Satrio ini antara Rp 5 juta sampai Rp 6 juta per bulan. Itu kan bujet pengeluaran yang bisa mereka konversikan untuk cicilan apartemen setiap bulannya. Kalau di Newton, cicilan per bulannya hanya Rp 9 jutaan," tutur Andreas.

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X