Ekspatriat Jepang Lebih Suka Apartemen Berkamar Tidur

Kompas.com - 22/10/2019, 14:31 WIB
Sales and Marketing Director Vasanta Innopark Ming Liang dan Marketing Director Mitsubishi Kenji Shimazaki di show unit Menara Chihana, Selasa (22/10/2019). KOMPAS.com/HILDA B ALEXANDERSales and Marketing Director Vasanta Innopark Ming Liang dan Marketing Director Mitsubishi Kenji Shimazaki di show unit Menara Chihana, Selasa (22/10/2019).

BEKASI, KOMPAS.com -  Ekspatriat Jepang lebih suka tinggal di apartemen dengan unit dua kamar tidur. Terutama para profesional muda yang sudah berkeluarga.

Sementara ekspatriat yang masih berstatus lajang, memilih tinggal di apartemen satu kamar tidur yang dilengkapi dengan bath tub. 

Marketing Director PT Mitsubishi Corporation Indonesia Kenji Shimazaki menuturkan preferensi orang-orang Jepang terhadap apartemen kepada Kompas.com, Selasa (22/10/2019).

"Orang Jepang itu simpel dan lebih mengutamakan fungsi sesuai kebutuhan. Unit dua kamar untuk anak muda yang sudah berkeluarga dan punya anak, itu bagi mereka sudah cukup," kata Kenji.

Itulah mengapa,  Mitsubishi bersama Vasanta Group merancang Vasanta Innopark di kawasan industri MM2100, Cibitung, sesuai kebutuhan para ekspatriat Jepang.

Unit dua kamar tidur dibuat lebih luas (spacious) yakni 49,79 meter persegi yang nyaman untuk kebutuhan hunian jangka panjang dengan harga Rp 750 juta.

Tak beda jauh dengan hunian berupa rumah tapak, katakanlah di Kota Wisata, Cibubur, dengan ukuran serupa, namun harga lebih tinggi yakni menyentuh angka Rp 1 miliar.

Sedangkan unit satu kamar tidur seluas 39,31 meter persegi yang dilengkapi bak mandi, dipasarkan dengan patokan harga Rp 600 juta.

Oleh karena itu, Kenji optimistis Vasanta Innopark, terutama menara Chihana dapat menarik minat orang-orang Jepang yang bekerja di Cibitung, Cikarang, Bekasi Timur, dan sekitarnya.

Tak main-main, jumlah pekerja dan eksekutif Jepang yang bekerja di sekitar MM2100 dan kawasan lainnya di lingkup Bekasi sebanyak 13.620 orang atau 62 persen dari total 22.000 ekspatriat.

Namun demikian, Kenji mengaku, hingga saat ini belum ada inquiries dari mereka untuk membeli unit-unit Vasanta Innopark baik Menara Aoki, Botan, maupun Chihana

"Mereka baru melakukan transaksi pembelian melalui perusahaan tempat mereka bekerja atau pun sewa secara individu, ketika apartemennya sudah jadi dan beroperasi," jelas Kenji.

Vasanta Innopark dikembangkan di atas lahan seluas 14 hektar yang mencakup 9 menara, dan dilengkapi sejumlah fasilitas komersial sebagai penunjang kebutuhan penghuni.

Tahap pertama telah dipasarkan dua menara dengan nilai penjualan Rp 800 miliar, atau 1.400 unit. Komposisi pembeli seimbang antara investor sebanyak 50 persen dan end user 50 persen.

"Saat ini progres pembangunannya telah mencapai 50 persen dan akan diserahterimakan tahun 2021," kata Sales and Marketing Director Vasanta Innopark Ming Liang.

Sedangkan menara Chihana yang baru diluncurkan, sudah terserap 30 persen dari 683 unit dengan harga termurah Rp 450 juta untuk tipe studio ukuran 30,57 meter persegi.

Guna merealisasikan proyek Vasanta Innopark, Mitsubishi dan Vasanta Group menggelontorkan 700 juta dollar AS atau ekuivalen Rp 9.8 triliun sebagai investasi.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X