Selamat Tinggal "Department Store", Tren Baru: "Mini Anchor"

Kompas.com - 18/10/2019, 15:28 WIB
Ilustrasi mal ShutterstockIlustrasi mal

"Tren sekarang adalah juga bekerja di mal, atau mal bisa jadi sebagai tempat kerja. Lihat saja, co-working space juga menjamur di mal-mal," imbuh dia.

Sementara secara umum, kinerja pusat belanja di Jakarta selama kuartal III-2019 terpantau stabil dan cukup aktif terutama dari peritel F and B dan fashion.

Okupansi juga menunjukkan angka yang secara psikologis masih kuat yakni 88 persen dari total luas ruang kumulatif 2,9 juta meter persegi. Hal ini karena pasokan baru, masih sangat terbatas.

Dampaknya terhadap harga sewa pun cukup kuat yakni tumbuh sekitar 1,2 persen menjadi rata-rata sekitar Rp 530.000 per meter persgei per bulan, di luar service charge.

"Kendati demikian, beberapa pengembang properti besar masih aktif membangun pusat belanja dengan konsep mixed use yang terkoneksi dengan perkantoran dan apartemen," ujar Head of Retail JLL cecilia Santoso.

Ritel dengan konsep ini akan datang dari Kompleks Indonesia 1 di Jl Thamrin yang dikembangkan PT China Sonangol Media Investment, One Satrio di Kuningan milik PT Jakarta Setiabudi International Tbk, dan Southgate di Tanjung Barat milik Sinarmas Land.

Kehadiran ketiganya menambah luas ruang ritel di kawasan CBD Jakarta 329.000 meter persegi.

 

 

 

 

Halaman:


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X