Demi Kesejahteraan, Gubernur Edy Percepat Pembangunan Mebidangro

Kompas.com - 16/10/2019, 06:44 WIB
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi pada rakor KSN Mebidangro mengingatkan kembali Peraturan Presiden Nomor 62 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Perkotaan Mebidangro, Selasa (15/10/2019) Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provinsi SumutGubernur Sumut Edy Rahmayadi pada rakor KSN Mebidangro mengingatkan kembali Peraturan Presiden Nomor 62 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Perkotaan Mebidangro, Selasa (15/10/2019)

MEDAN, KOMPAS.com – Pembangunan kawasan terintegrasi Medan, Binjai, Deliserdang, dan Karo ( Mebidangro) membutuhkan percepetan, kesungguhan, dan kerja sama semua pihak.

Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi mengingatkan kembali Peraturan Presiden Nomor 62 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Perkotaan Mebidangro.

Mebidangro merupakan KSN yang telah ditetapkan pemerintah pusat, dan diharapkan menjadi kawasan metropolitan terintegrasi.

“Ini untuk kesejahteraan rakyat, ayo bersama-sama kita kejar,” kataya saat memimpin rapat koordinasi Kawasan Strategis Nasional (KSN) Mebidangro di aula kantor Gubernur, Selasa (15/10/2019). 

Hadir dalam rapat tersebut, Bupati Serdangbedagai Soekirman, Direktur PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) Darwin Trisna Djajawinata, Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sumut Effendy Pohan, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Sumut Ida Mariana, dan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Sumut Hasmirizal Lubis.

Baca juga: Seharusnya, Palembang Mampu Imbangi Medan

Rakor yang dipimpin Edy, menjadi awal dan tindaklanjut Perpres 62/2011. Dirinya butuh komunikasi dan koordinasi lebih intensif dengan kepala daerah dan perangkat daerah terkait untuk mewujudkan bersama.

‘’Kita telah memiliki landasan hukum untuk melakukan penataan wilayah. Tidak hanya berfokus pada Mebidangro melainkan semua kabupaten dan kota di Sumatera Utara," imbuh Eddy.

Kepala Bapeda Hasmirizal Lubis memaparkan, bagian Mebidangro yang telah dibangun di antaranya, Bandara Kualanamu, Tol Medan-Binjai, dan Tol Kualanamu-Lubuk Pakam-Tebingtinggi.

Kemudian jalan akses non Tol Kualanamu–Percutseituan, peningkatan bus rapid transit Mebidangro, pembangunan jalur layang ganda kereta api lintas Medan–Kualanamu, pembangunan terminal peti kemas Belawan, dan peningkatan IPAL Cemara.

Sementara yang masih dalam proses pembangunan meliputi Bendungan Lausimeme, jalan tol dalam Kota Medan, peningkatan akses Medan–Berastagi, dan LRT Mebidangro.

Selanjutnya jalan non tol lingkar utara Mebidangro, pembangunan sistem penyediaan air minum regional kapasistas 2.000 liter/detik, pembangunan TPA regional Mebidangro, dan pengendalian banjir Sungai Babura dan Kera.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X