China akan Danai Ruas Pamungkas Tol Trans Jawa

Kompas.com - 15/10/2019, 11:00 WIB
Pengukuran lahan oleh Tim BPN Probolinggo untuk Tol Probolinggo-Banyuwangi. Dokumentasi PPK ProbowangiPengukuran lahan oleh Tim BPN Probolinggo untuk Tol Probolinggo-Banyuwangi.

JAKARTA, KOMPAS.com -  China Communications Construction Indonesia (CCCI) akan membantu pendanaan ruas terakhir Tol Trans Jawa, yakni Probolinggo-Banyuwangi (Probowangi).

Jalan berbayar yang dirancang sepanjang 172 kilometer ini bakal menjadi tol terpanjang di Pulau Jawa.

PT Jasa Marga (Persero) Tbk selaku induk usaha dari PT Jasamarga Probolinggo Banyuwangi, badan usaha yang memegang konsesi jalan berbayar tersebut, ikut berpartisipasi dalam skema Pembiayaan Investasi Non Anggaran Pemerintah (PINA) yang diinisiasi Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Rencana penyaluran bantuan ini dimulai dengan penandatanganan head of agreement (HoA) antara Direktur Pengembangan Usaha Jasa Marga Adrian Priohutomo, CEO PINA Center for Private Investment Eko Putro Adijayanto dan Presiden Director CCCI Fan Yifeng, Senin (14/10/2019).

Baca juga: Lagi, Jasa Marga Dapat Pinjaman Rp 2,52 Triliun untuk Tol Probowangi

Menteri PPN/Kepala Bapennas Bambang PS Brodjonegoro menyampaikan, keterlibatan investor dapat menjadi pilihan dalam membiayai konstruksi serta mempercepat pembangunan jalan tol.

Menurut dia, ekonomi akan tumbuh cepat jika kita dapat menjaga iklim investasi dengan baik terutama dibidang infrastruktur.

"Kami harapkan, dengan pembiayaan proyek Tol Probowangi melalui skema pendanaan PINA, infrastruktur dapat dibangun, cepat dioperasikan, dan dapat dinikmati oleh masyarakat,” kata Bambang dalam keterangan tertulis.

Sementara itu, Adrian menjelaskan, pembanguna Tol Probowangi membutuhkan investasi yang cukup besar yakni sekitar Rp 23 triliun.

“Tentu saja hal tersebut membutuhkan dukungan finansial dari berbagai pihak terutama dalam alternatif skema investasi, dimana salah satunya adalah berpartisipasi dalam program PINA,” kata Adrian.

Setelah penandatanganan dilakukan, calon investor akan melakukan kegiatan uji tuntas atau due diligence terhadap proyek Tol Probowangi.

”Jika disepakati para pihak dan setelah diperolehnya persetujuan-persetujuan yang diperlukan, akan dilanjutkan dengan perjanjian final dengan PT CCCI sebagai investor baik untuk ekuitas maupun untuk pinjaman di proyek pembangunan Jalan Tol Probowangi,” tutup Adrian.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X