Atasi Sampah Plastik di NTT, Pemerintah Hibahkan Mesin Pencacah

Kompas.com - 12/10/2019, 20:56 WIB
ilustrasi sampah plastik PIXABAY/MatthewGollopilustrasi sampah plastik

KUPANG, KOMPAS.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Dirjen Bina Marga dan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN ) X Kupang menyerahkan bantuan mesin pencacah plastik dan genset untuk tiga daerah di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Tiga daerah yang menerima bantuan itu, yakni Kota Kupang, Kabupaten Sumba Timur, dan Manggarai Barat.

Serah terima mesin pencacah plastik dan genset ini berlangsung di Ruang Rapat Gubernur NTT, Jumat (11/10/2019).

Kasubdit Standar dan Pedoman Direktorat Preservasi Jalan Ditjen Bina Marga, Kementerian PUPR RI Nanang Handono Prasetyo, mengatakan, bantuan mesin pencacah sampah ini, untuk mengatasi persoalan sampah plastik di NTT.

Menurutnya, pencacah sampah sudah diterapkan di sejumlah daerah di Indonesia seperti di Jawa Barat, Jawa Timur, NTB, dan saat ini mulai diterapkan di NTT.

Baca juga: Aspal Plastik dan Karet Bisa Digunakan untuk Bandara dan Pelabuhan

"Harapannya, mesin pencacah ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Bagi pemda bisa meningkatkan pendapatan dan juga mengatasi masalah sampah plastik," kata Nanang.

Mesin pencacah sampah diterima langsung oleh Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore, Bupati Sumba Timur, Gidion Mbilijora, dan Asisten II Setda Manggarai Barat, Martinus Ban.

Kepala BPJN X Kupang Muktar Napitupulu menambahkan, Kementerian PUPR RI sangat berkomitmen untuk memanfaatkan sampah yang sulit didaur ulang yakni plastik atau kresek.

"Salah satu bentuk dukungan Kementerian PUPR dalam mendukung program pengurangan limbah plastik adalah dengan memanfaatkan kembali limbah plastik sebagai bahan campuran aspal," kata Muktar.

Untuk tahap ini, pemerintah membantu mesin pencacah plastik sebanyak 26 unit, masing-masing untuk Kota Kupang sebanyak 10 unit, Kabupaten Sumba Timur sebanyak 6 unit dan Kabupaten Manggarai Barat sebanyak 10 unit.

"Jadi tidak saja untuk tiga daerah ini, tetapi ke depan, kami berencana untuk bantu ke daerah lain, seperti Kabupaten Sika, Ende, Belu, dan Kabupaten Sumba Barat," sebut Muktar.

Menurut Muktar, sampah yang dimanfaatkan untuk campuran aspal adalah plastik atau atau kresek yang tidak memiliki nilai lagi.

Aspal plastik ini memiliki kegunaan antara lain, memberi ketahanan terhadap keretakan jalan, meningkatkan stabilitas, meningkatkan ketahanan terhadap alur, meningkatkan kelekatan terhadap agregat serta lebih tahan terhadap air.

"Kami harapkan pemerintah kabupaten dan kota bisa berdayakan para pemulung di daerah masing-masing. Kami siap ambil sampah plastik/kresek yang dikumpulkan masyarakat dengan harga sekitar Rp 6000-Rp 8000 per kilogram," jelas Muktar.

Sekda NTT Ben Polo Maing mengatakan, Pemprov NTT bersyukur mendapat bantuan dari pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR.

"Kita bersyukur dengan terobosan ini, maka sampah plastik bisa teratasi. Kita tahu bahwa sampah plastik ini sudah menjadi persoalan dunia," kata Ben.

Ben pun berharap, bantuan ini bisa dimanfaatkan secara maksimal, untuk mengurangi sampah plastik di wilayah provinsi berbasis kepulauan itu.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Laba Bersih Diamond Citra Propertindo Melonjak 109,77 Persen

Laba Bersih Diamond Citra Propertindo Melonjak 109,77 Persen

Berita
Percepat Operasional Kawasan Industri Halal, Menperin Bakal Revisi Permen 17/2020

Percepat Operasional Kawasan Industri Halal, Menperin Bakal Revisi Permen 17/2020

Kawasan Terpadu
Menurut Sandi, Ruang Kantor Fleksibel Sangat Dibutuhkan Start-up

Menurut Sandi, Ruang Kantor Fleksibel Sangat Dibutuhkan Start-up

Perkantoran
6 Keuntungan Menggunakan Kompor Listrik Dibanding Kompor Gas

6 Keuntungan Menggunakan Kompor Listrik Dibanding Kompor Gas

Interior
Konstruksi Capai 35,2 Persen, SPAM Durolis Layani 200.000 Jiwa di Riau

Konstruksi Capai 35,2 Persen, SPAM Durolis Layani 200.000 Jiwa di Riau

Fasilitas
Bendungan Kamijoro, Destinasi Wisata Baru yang Dilengkapi Taman 4 Hektar

Bendungan Kamijoro, Destinasi Wisata Baru yang Dilengkapi Taman 4 Hektar

Fasilitas
Evakuasi Udara Kecelakaan Fatal di Jalan Tol, Helipad di Rest Area Wajib Ada

Evakuasi Udara Kecelakaan Fatal di Jalan Tol, Helipad di Rest Area Wajib Ada

Berita
MRT Jakarta Tetap Beroperasi Saat Idulfitri, Ini Jadwalnya

MRT Jakarta Tetap Beroperasi Saat Idulfitri, Ini Jadwalnya

Berita
Kembali Terpilih Jadi Wali Kota London, Sadiq Khan Andalkan Program Rumah Murah

Kembali Terpilih Jadi Wali Kota London, Sadiq Khan Andalkan Program Rumah Murah

Berita
Pemeliharaan Jembatan Sungai Bojo Selesai Akhir Mei 2021

Pemeliharaan Jembatan Sungai Bojo Selesai Akhir Mei 2021

Berita
Turun 66 Persen, Kendaraan yang Melintasi Tol Cipali Hanya 20.000 Unit Selama H-4

Turun 66 Persen, Kendaraan yang Melintasi Tol Cipali Hanya 20.000 Unit Selama H-4

Berita
Tahun 2024, Fatalitas Kecelakaan di Jalan Tol Ditargetkan Nol Korban Meninggal

Tahun 2024, Fatalitas Kecelakaan di Jalan Tol Ditargetkan Nol Korban Meninggal

Berita
Jasa Marga Targetkan Penanganan Kecelakaan di Jalan Tol Maksimal 20 Menit

Jasa Marga Targetkan Penanganan Kecelakaan di Jalan Tol Maksimal 20 Menit

Berita
Selasa Puncak Lalin, 109.237 Kendaraan Bakal Tinggalkan Jabotabek

Selasa Puncak Lalin, 109.237 Kendaraan Bakal Tinggalkan Jabotabek

Berita
Tekan Fatalitas Kecelakaan di Jalan Tol, Jasa Marga dan Basarnas Gelar Simulasi Evakuasi Udara

Tekan Fatalitas Kecelakaan di Jalan Tol, Jasa Marga dan Basarnas Gelar Simulasi Evakuasi Udara

Berita
komentar di artikel lainnya
Close Ads X