Atasi Sampah Plastik di NTT, Pemerintah Hibahkan Mesin Pencacah

Kompas.com - 12/10/2019, 20:56 WIB
ilustrasi sampah plastik PIXABAY/MatthewGollopilustrasi sampah plastik

"Jadi tidak saja untuk tiga daerah ini, tetapi ke depan, kami berencana untuk bantu ke daerah lain, seperti Kabupaten Sika, Ende, Belu, dan Kabupaten Sumba Barat," sebut Muktar.

Menurut Muktar, sampah yang dimanfaatkan untuk campuran aspal adalah plastik atau atau kresek yang tidak memiliki nilai lagi.

Aspal plastik ini memiliki kegunaan antara lain, memberi ketahanan terhadap keretakan jalan, meningkatkan stabilitas, meningkatkan ketahanan terhadap alur, meningkatkan kelekatan terhadap agregat serta lebih tahan terhadap air.

"Kami harapkan pemerintah kabupaten dan kota bisa berdayakan para pemulung di daerah masing-masing. Kami siap ambil sampah plastik/kresek yang dikumpulkan masyarakat dengan harga sekitar Rp 6000-Rp 8000 per kilogram," jelas Muktar.

Sekda NTT Ben Polo Maing mengatakan, Pemprov NTT bersyukur mendapat bantuan dari pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR.

"Kita bersyukur dengan terobosan ini, maka sampah plastik bisa teratasi. Kita tahu bahwa sampah plastik ini sudah menjadi persoalan dunia," kata Ben.

Ben pun berharap, bantuan ini bisa dimanfaatkan secara maksimal, untuk mengurangi sampah plastik di wilayah provinsi berbasis kepulauan itu.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X