Pengusaha Tunggu Kejelasan Skema Perumahan di Ibu Kota Baru

Kompas.com - 10/10/2019, 12:34 WIB
Ilustrasi. ShutterstockIlustrasi.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengusaha berharap adanya skema kerja sama yang baik dengan pemerintah dalam pembangunan hunian di lokasi ibu kota baru. Diproyeksikan 1,5 juta orang akan menempati lokasi tersebut.

Sekretaris Jenderal DPP Real Estat Indonesia (REI) Paulus Totok Lusida mengaku telah dilibatkan pemerintah guna membahas rencana pemindahan ibu kota.

"Tim kami sudah rapat lebih dari delapan kali sampai hari ini. Bahkan, akan dibentuk sebuah badan khusus dan di dalam kepengurusan itu kami dilibatkan," kata Paulus kepada Kompas.com, awal pekan ini. 

Baca juga: Sepaku, CBD Ibu Kota Baru

Menurut Totok, rencana pemindahan ibu kota akan mendorong sektor properti ketika direalisasikan.

Namun, perlu ada pembahasan terkait prosedur operasional standar sebelum eksekusi dilakukan. 

Sejumlah opsi kerja sama pengadaan hunian bisa menjadi pertimbangan, mulai dari sewa, jual beli langsung, hingga perpanjangan konsesi.

Hanya, perlu ada pembahasan lebih lanjut agar dunia usaha lebih tertarik dalam menjalin kerja sama penyediaan perumahan tersebut.

"Hal-hal seperti itu kan kami tunggu dulu," kata Totok.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X