SPS Group Bakal Fokus Kembangkan Rumah Subsidi di Kawasan Industri

Kompas.com - 07/10/2019, 16:27 WIB
Asmat Amin meraih predikat Tokoh Pengembang Rumah Rakyat Paling Populer 2019 di Indonesia Property&Bank Award 2019 (IPBA 2019 pada Kamis (26/9/2019). Dok SPS GroupAsmat Amin meraih predikat Tokoh Pengembang Rumah Rakyat Paling Populer 2019 di Indonesia Property&Bank Award 2019 (IPBA 2019 pada Kamis (26/9/2019).
Editor M Latief

JAKARTA, KOMPAS.com - Asmat Amin, Managing Director SPS Group, memastikan pihaknya akan tetap fokus bermain di pasar rumah subsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Asmat meyakinkan bahwa rumah murah tidak mengenal istilah lesu, karena pasarnya sangat besar dan merupakan kebutuhan utama.

Untuk itulah, lanjut Asmat, sampai saar ini SPS Group masih membangun rumah subsidi di beberapa kawasan seperti di Cikarang, Bekasi, dan telah meluas hingga Karawang, Subang, dan segera menyusul di Purwakarta. 

"Semuanya banyak dibangun di Jawa Barat. Kami juga fokus pengembangan rumah murah di kawasan-kawasan industri yang memiliki basis pasar dari kalangan pekerja industri tersebut," kata Asmat di Jakarta, Senin (7/10/2019). 

Asmat, yang baru meraih predikat Tokoh Pengembang Rumah Rakyat Paling Populer 2019 di Indonesia Property&Bank Award 2019 ( IPBA 2019 pada Kamis (26/9/2019) itu, mengatakan besarnya kebutuhan pasar itu merujuk pada angka GDP per kapita, bahwa mayoritas penghasilan penduduk Indonesia sebesar 3.700 dollar AS per tahun.

"Artinya, kalau dibagi per bulan itu rata-rata Rp3,8 juta. Aengan angka yang disebutkan itu artinya rata-rata kemampuan mencicil penduduk Indonesia itu berkisar Rp1,2 juta sampai Rp1,3 juta per bulan," tambah Asmat.

Untuk itu, lanjut Asmat, dia akan terus berinovasi dan berkreasi dalam hal pengadaan hunian untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Dia berharap pemerintah pusat maupun daerah bisa bersinergi mewujudkan impian masyarakat memiliki hunian yang layak dan berkualitas.

"Kami juga berharap bisa mengikuti speed dari pembangunan yang dilakukan sehingga target dan realisasi dapat berjalan dengan selaras," kata Asmat.

Hingga 2018, SPS Group tercatat berhasil mengembangkan sebanyak 12 ribu unit rumah dan selalu melakukan akad kredit massal hingga ribuan unit sekaligus dengan Bank BTN seperti di proyek Grand Cikarang City 2, Grand Vista Cikarang, Vila Kencana Karawang, dan Grand Subang Residence.

Asmat bilang, dari rata-rata penjualan 5 ribuan unit per tahun, dia akan menggenjot kapasitas produksinya menjadi rata-rata 10 ribu unit per tahun. Salah satu upaya untuk bisa menggenjot target itu SPS Group sudah menggandeng BPJS Ketenagakerjaan untuk memperlancar pemasaran rumahnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X