Tujuh Kota Berdaya Saing Tinggi di Sektor Properti

Kompas.com - 07/10/2019, 12:02 WIB
Singapore Skyline WorldpropertyjournalSingapore Skyline

JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah kota di Asia tampil sebagai pasar properti paling kompetitif, dengan parameter kualitas hidup, inovasi, keberlanjutan, tata kelola, dan resistensi terhadap perubahan investasi.

Menurut hasil riset JLL, fundamental ekonomi sebuah kota tidak lagi menjadi daya tarik utama. Yang lebih penting bagi investor adalah daya saing secara keseluruhan yang diukur dari kinerja lebih dari 500 indeks.

Dari 500 indeks, didapat hasil bahwa kota-kota di Asia sedang mengalami perubahan sebagai akibat dari disrupsi teknologi, meningkatnya kekhawatiran terhadap perubahan iklim, dan ketegangan geopolitik.

"Ke depan, ada model ekonomi baru yang akan memiliki dampak kuat pada lanskap kota-kota global," kata Direktur Riset Global JLL Jeremy Kelly seperti dikutip dari laman Worldpropertyjournal.

Baca juga: Dubes China 14 Kali Sambangi Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

CEO Pasar Modal JLL Asia Pasifik Stuart Crow menambahkan, para pemilik modal menargetkan pasar Asia karena memiliki kekuatan dan kemampuan inovasi.

Stuart menyebut Singapura, Tokyo, Seoul, Beijing, Shanghai, Hong Kong, dan Sydney yang paling kompetitif.

Tujuh kota ini mampu menarik modal asing hingga 65,3 miliar dollar AS atau ekuivalen nyaris Rp 1.000 triliun selama tiga tahun terakhir.

"Di luar stabilitas di antara kota-kota papan atas tersebut, para pemilik modal juga mencari pasar yang mengembangkan platform baru untuk inovasi, dan strategi ketahanan yang efektif," jelas Stuart.

Menyusul kota-kota tersebut di atas, laporan JLL juga mengidentifikasi Guangzhou, Shenzhen, Taipei, Nanjing, Mumbai, Kuala Lumpur, Bangkok, dan Delhi sebagai kelompok kota-kota dunia dari negara berkembang yang layak diincar.

Kota-kota ini mengalami tingkat permintaan domestik yang lebih tinggi dan menjadi gerbang untuk perdagangan dan modal internasional.

Bahkan, Guangzhou dan Shenzhen telah mengumpulkan total investasi properti asing senilai 1,6 miliar dollar AS atau setara Rp 22,6 triliun hanya tahun 2019.

Selain daya saing, laporan JLL menunjukkan bahwa kota-kota yang berhasil beradaptasi dengan model ekonomi baru akan menikmati kucuran dana dan permintaan properti, serta mampu menarik investasi lintas batas yang lebih tinggi.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X