Aset Properti Ketua DPD Kalah Besar Dibanding Wakilnya

Kompas.com - 04/10/2019, 15:10 WIB
Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) periode 2019 - 2024 La Nyalla Mahmud Mattalitti mengikuti pemungutan suara untuk pemilihan ketua pada sidang paripurna DPD di Komplek Parlemen, Senayan, Selasa (1/10/2019). Senator asal Jawa Timur La Nyalla Mahmud Mattalitti terpilih sebagai Ketua DPD periode 2019-2024 dengan memperoleh 47 suara dalam proses pemungutan suara. ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTAAnggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) periode 2019 - 2024 La Nyalla Mahmud Mattalitti mengikuti pemungutan suara untuk pemilihan ketua pada sidang paripurna DPD di Komplek Parlemen, Senayan, Selasa (1/10/2019). Senator asal Jawa Timur La Nyalla Mahmud Mattalitti terpilih sebagai Ketua DPD periode 2019-2024 dengan memperoleh 47 suara dalam proses pemungutan suara.

JAKARTA, KOMPAS.com - Tak cuma Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Majelis Permusyawarahan Rakyat (MPR), pimpinan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) juga telah terpilih.

DPD periode 2019-2024 akan dipimpin oleh La Nyalla Mattalitti. Sedangkan tiga wakilnya yaitu Nono Sampono, Mahyudin dan Sultan Bachtiar Najamudin. 

La Nyalla diketahui memiliki kekayaan total senilai Rp 14,2 miliar. Dari jumlah tersebut, aset properti berupa tanah dan bangunan mencapai Rp 11,4 miliar. 

jumlah ini kalah banyak dibanding aset properti milik Nono Sampono sebesar Rp 20,7 miliar yang tersebar di Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Bogor, Bandung, Ambon, dan Cirebon.

Baca juga: Ini Daftar Aset Tanah dan Properti Para Pimpinan DPR

Berikut rincian aset properti La Nyalla: empat bidang tanah dan bangunan di Surabaya sejumlah Rp 7,2 miliar, tiga aset tanah dan bangunan di Jakarta Rp 4,2 miliar dan dan satu bidang tanah dan bangunan di Kota Batu senilai Rp 8,8 juta.

Sementara, aset properti Mahyudin mencapai Rp 9 miliar. Rinciannya, aset tanah dan bangunan di Jakarta Pusat sebesar Rp 1,2 miliar dan aset tanah dan bangunan di Jakarta Selatan sebesr Rp 1,5 miliar. 

Selain itu, Mahyudin juga memiliki tanah dan bangunan di Tangeran senilai Rp 663 juta, dan empat bidang tanah di Tabanan senilai Rp 59,1 juta.

Sedangkan 12 aset sisanya berada di Kutai Timur. Aset tersebut berupa 10 bidang tanah seluas 61.135 meter persegi senilai Rp 3,6 miliar. Dua aset lainnya berupa tanah dan bangunan senilai Rp 1,9 miliar. 

Adapun aset properti milik Nono Sampono sebesar Rp 20,7 miliar yang tersebar di Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Bogor, Bandung, Ambon, dan Cirebon. Aset tersebut ada yang berupa hasil sendiri, hadiah dan lainnya. 

Baca juga: Aset Properti Bambang Soesatyo Terbesar di Antara 10 Pimpinan MPR

Rinciannya, satu bidang tanah dan bangunan di Jakarta Timur senilai Rp 400 juta, dua bidang tanah dan bangunan di Jakarta Selatan senilai Rp 7,6 miliar, dan satu bidang tanah dan bangunan di Bandung senilai Rp 1,2 miliar. 

Selanjutnya, satu bidang tanah dan bangunan di Ambon senilai Rp 70 juta, empat bidang tanah senilai Rp 3,1 miliar, 14 aset tanah senilai Rp 2,1 miliar dan dua aset tanah dan bangunan senilai Rp 6,2 miliar di Bogor. 

Terakhir, Sultan Bachtiar Najamudin diketahui memiliki tiga aset tanah dan bangunan di Jakarta Selatan dan Bandung senilai Rp 3,9 miliar. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X