Tagline Ibu Kota Baru, Smart, Metropolis, dan Modern

Kompas.com - 02/10/2019, 15:52 WIB
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono berbicara di acara Dialog Nasional Rancangan dan Perencanaan Ibu Kota Baru, di Balikpapan, Rabu (2/10/2019) Hari SusyantoMenteri PUPR Basuki Hadimuljono berbicara di acara Dialog Nasional Rancangan dan Perencanaan Ibu Kota Baru, di Balikpapan, Rabu (2/10/2019)

BALIKPAPAN, KOMPAS.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono memastikan tagline atau slogan ibu kota negara ( IKN) baru adalah smart, metropolis, dan modern.

Slogan ini diucapkan Basuki saat menjadi pembicara dalam Dialog Nasional Rancang Bangun dan Kesiapan Kalimantan Timur sebagai Ibu Kota Baru NKRI.

"Ibu kota baru harus bisa menjamin kebutuhan hidup warganya. Mungkin bukan kita yang menempati, melainkan untuk anak-anak mendatang. Desain kota harus smart, metropolis, dan modern. Sekaligus menarik minat milenial juga," papar Basuki.

Baca juga: Rabu Besok, Sayembara Desain Ibu Kota Dimulai

Oleh karena itulah, salah satu anggota dewan juri sayembara desain IKN adalah Daliana Suryawinata yang merupakan milenial sekaligus diaspora.

Daliana adalah arsitek dan ahli perancang kota dari SHAU Architects yang sudah menghasilkan sejumlah karya tingkat dunia. 

Basuki juga mengumumkan bahwa Rabu (2/10/2019) ini merupakan pembukaan Sayembara Desain IKN yang diketuai Imam Santoso Ernawi sekaligus Ketua Satgas Perencanaan Pembangunan Infrastruktur IKN.

Memindahkan ibu kota ASEAN

Basuki menuturkan, memindahkan ibu kota bukan sekadar memindahkan peran dan fungsi pemerintahan di Jakarta ke Kalimantan Timur.

"Ini lebih dari Jakarta. Kegiatan pemindahan Ini sama halnya dengan merelokasi ibu kota ASEAN karena skalanya yang luas dan besar," kata Basuki.

Dia juga menampik bahwa memindahkan ibu kota adalah sekadar memindahkan barang atau kantor Pemerintahan.

IKN harus menjadi katalis peningkatan peradaban manusia Indonesia, dan representasi kemajuan bangsa Indonesia.

Maka dari itu, pihaknya telah mempelajari 78 pengalaman pemindahan ibu kota baru, mulai dari yang sukses seperti Astana, hingga yang gagal macam Canberra.

"Kita tidak ingin seperti itu, besar tapi sepi. Makanya slogannya harus menarik semua orang untuk datang dan tinggal, termasuk kalangan milenial," imbuh Basuki.

Basuki menyimpulkan, IKN nanti harus merupakan kota yang kompak, walking distance, produktif, dan inklusif.

"Semua tercantum dalam gagasan desain dan akan menjadi term of reference (TOR) sayembara desain IKN," tuntas Basuki.

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X