Aspal Karet akan Digunakan di Tol Layang Jakarta-Cikampek

Kompas.com - 20/09/2019, 15:48 WIB
Tol Jakarta-Cikampek II (Elevated) KOMPAS.COM/DANI PRABOWOTol Jakarta-Cikampek II (Elevated)

JAKARTA, KOMPAS.com - Aspal campuran karet akan digunakan untuk melapisi permukaan Tol Layang Jakarta-Cikampek II (Elevated). 

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan hal tersebut saat meninjau proyek itu, Kamis (19/9/2019).

Dari total 36,4 kilometer panjang jalan berbayar ini, baru 30 persen atau sekitar 10 kilometer yang telah teraspal. Sedangkan sisanya masih dalam proses pengaspalan.

Oleh karena itu, Basuki meminta 70 persen sisanya menggunakan aspal karet.

"Saya minta sisanya dengan aspal karet," kata Basuki.

Baca juga: 33 Kilometer Jalan di Sumatera Selatan Gunakan Aspal Karet

Meski dari sisi biaya penggunaan aspal karet sedikit lebih mahal, namun dari faktor kekuatan diklaim lebih baik dibandingkan aspal konvensional.

Sebagai perbandingan, bila menggunakan aspal biasa umurnya hanya mencapai 10 tahun, dengan aspal karet dapat berusia hingga 15 tahun.

Penggunaan aspal karet, sebut Basuki, juga untuk mendorong industri karet dalam negeri agar lebih bergeliat. Karet yang akan menjadi bahan baku aspal itu dapat dipasok dari sejumlah wilayah di Sumatera. 

"Justru ini supaya menyerap (penggunaan karet). Yang di Sumatera Selatan itu bisa dipakai di sini supaya bisa nyerap karetnya," ujarnya.

Saat ini, konstruksi Tol Layang Jakarta-Cikampek telah mencapai 96,5 persen. Tol layang terpanjang di Indonesia ini ditargetkan dapat beroperasi pada November 2019.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X