Investor Kanada Beli Saham PLUS Expressways di Tol Cipali

Kompas.com - 20/09/2019, 15:00 WIB
Kendaraan pemudik dari arah Jakarta melewati jalan tol cikopo palimanan di Jawa Barat, Minggu (2/6/2019). Sistem satu arah atau one way mulai diterapkan di jalan tol Jakarta-Cikampek hingga tol Batang-Semarang di Jawa Tengah pada H-6 Lebaran 2019, Kamis (30/5). KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGKendaraan pemudik dari arah Jakarta melewati jalan tol cikopo palimanan di Jawa Barat, Minggu (2/6/2019). Sistem satu arah atau one way mulai diterapkan di jalan tol Jakarta-Cikampek hingga tol Batang-Semarang di Jawa Tengah pada H-6 Lebaran 2019, Kamis (30/5).

JAKARTA, KOMPAS.com - Investor asal Kanada, Canada Pension Plan Investment Board (CPPIB) berkongsi dengan PT Baskhara Utama Sedaya (BUS) mengakuisisi 55 persen kepemilikan PLUS Expressways International Bhd, anak usaha UEM Group yang sahamnya dimiliki penuh Khazanah Nasional Bhd, di ruas Tol Cikopo-Palimanan. 

Ini merupakan debut pertama investor tersebut di Indonesia, sekaligus mengakhiri kiprah PLUS di jalan tol Tanah Air. 

Seperti diketahui, BUS merupakan anak usaha PT Astra Tol Nusantara ( Astra Infra). Dalam status kepemilikan saham PT Lintas Marga Sedaya (LMS), operator Tol Cipali, porsi saham BUS  45 persen. 

Pada penjualan saham yang dilakukan PLUS, BUS menambah 10 persen kepemilikan saham di PT LMS. Hal ini membuat statusnya meningkat menjadi pemegang saham mayoritas sebesar 55 persen. Sementara CPPIB akan mengakuisisi 45 persen saham sisanya.

Baca juga: Kerap Terjadi Kecelakaan Maut di Tol Cipali, Pengelola Terapkan 3E

"Jalan Tol Cipali memberikan akses kepada CPPIB ke pembangunan infrastruktur vital yang didukung oleh kenaikan tarif motorisasi di salah satu daerah berpenduduk padat dan produktif secara ekonomi di Indonesia," kata Managing Director sekaligus Head of Infrastructure CPPIB Scott Lawrence dalam keterangan tertulis yang dikutip Kompas.com, Jumat (20/9/2019).

Dirancang panjang 117 kilometer, Tol Cipali menjadi salah satu tol terpanjang di Indonesia dan memiliki fungsi penting dalam menghubungkan dengan jaringan Tol Trans Jawa dan jaringan transportasi di pulau ini. 

Jalan tol ini sekaligus menjadi jalan raya yang menghubungkan wilayah Jawa Barat dengan kawasan pinggiran Kota Jakarta. 

"Sebagai investasi pertama di Indonesia, ini memperdalam komitmen CPPIB untuk kawasan Asia Pasifik serta fokus kami terhadap investasi di pasar baru dengan pengembalian yang menarik serta resiko yang karakteristik," kata Senior Managing Director and Head of Asia Pacific CPPIB Suyi Kim.

Transaksi pembelian ditargetkan selesai pada kuartal keempat tahun ini, sembari menunggu proses yang berlaku sesuai aturan.

Untuk diketahui, CPPIB memiliki portofolio aset infrastruktur global yang terdiversifikasi dan melakukan investasi langsung melalui banyak dari sembilan kantornya di seluruh dunia. 

Grup infrastruktur fokus pada investasi skala besar yang berkualitas dengan mitra yang dapat diandalkan dan sepaham.

Hingga 30 Juni 2019, CPPIB memiliki portofolio sebesar 33,1 miliar dollar Kanada yang tersebar di seluruh aset infrastruktur secara global.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X