Kompas.com - 18/09/2019, 08:07 WIB
Ilustrasi ShutterstockIlustrasi
Editor Latief

"Tapi, kalau dari sisi konsumen, uang muka yang besar ini akan mengurangi nilai kredit. Jika ekonomi mereka membaik dan memiliki rezeki lebih, maka konsumen akan mudah melunasinya. Beda dengan skema FLPP yang masih besar jumlah kreditnya," ucap Vidi.

Vidi mengatakan, program akan bisa terlaksana dengan baik jika dalam pelaksanaannya tidak ada pihak yang diberatkan. Apersi Banten menargetkan untuk tahap awal bisa menjalankan program BP2BT sebanyak 1.000 unit.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kita akan manfaatkan jumlah anggota sebanyak 285 yang berarti sama dengan jumlah proyek. Di setiap satu proyek lima bisa memanfaatkan skema BP2BT," tambah Vidi.

Seperti diberitakan sebelumnya, di depan 3 asosiasi perumahan, Presiden Joko Widodo (Senin/16/9) menyatakan siap menambah jumlah kuota rumah subsidi melalui skema fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) sebesar Rp 8,6 triliun atau setara 80.000 unit rumah subsidi.

Rumah subsidi merupakan program pemerintah pusat untuk program rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang digelorakan melalui Program Sejuta Rumah.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.