Pasarkan The Newton 2, Ciputra Bidik Pekerja Milenial di Kuningan

Kompas.com - 16/09/2019, 08:27 WIB
Selain Artadinata Djangkar, hadir juga Sugwantono Tanto, Project Director Ciputra World Jakarta, dan jajaran direksi Ciputra Group, serta dari pihak kontraktor PT Tatamulia Nusantara Indah, Ir Hans Saputra, pada Topping Off The Newton 1, Ciputra World 2 Jakarta, Jumat (13/9/2019) di Jakarta. Dok Ciputra GroupSelain Artadinata Djangkar, hadir juga Sugwantono Tanto, Project Director Ciputra World Jakarta, dan jajaran direksi Ciputra Group, serta dari pihak kontraktor PT Tatamulia Nusantara Indah, Ir Hans Saputra, pada Topping Off The Newton 1, Ciputra World 2 Jakarta, Jumat (13/9/2019) di Jakarta.
Editor Latief

JAKARTA, KOMPAS.com - Ciputra Group mulai memasarkan unit apartemen di tower jilid kedua The Newton @ Ciputra World 2 Jakarta, menyusul penjualan The Newton 1 yang sudah habis dan tengah memasuki tahap topping off (tutup atap).

Dengan ketinggian 42 lantai, proyek apartemen di kawasan Satrio, Mega Kuningan, ini disiapkan untuk memenuhi kebutuhan pasar hunian di kawasan bisnis Jakarta, terutama karena letaknya di kawasan bisnis Kuningan.

"Fakta bahwa 400 unit di Newton 1 terjual dalam tempo satu tahun. Untuk itu, Newton jilid kedua ini kami kemas dengan konsep matang dan untuk membidik kalangan profesional milenial," kata Artadinata Djangkar, Senior Director Ciputra Group, Minggu (16/9/2019).

Beberapa kelebihan yang ditawarkan apartemen ini antara lain kawasan seputarnya dan banyaknyaco-working space untuk kalangan entrepreneur muda. Artadinata mengatakan banyak klien potensial ditemui di kawasan ini. 

The Newton 2 terdiri dari 624 unit yang terdiri dari tiga tipe, yakni studio, satu kamar tidur, dan dua kamar tidur. Dengan luas mulai 24 m2 sampai 61 m2, harga yang ditawarkan mulai Rp 1 miliar.

"Ini peluang untuk profesional milenial dan pasangan muda yang beraktivitas di Kuningan atau Sudirman. Kami pasarkan Newton 2 ini juga sejalan dengan survei yang dikeluarkan Lamudi beberapa waktu lalu bahwa banyak profesional milenial lebih suka tinggal di apartemen yang dekat dengan tempat kerjanya," ujar Artadinata.

Andreas Raditya, General Manager Marketing Ciputra Group menambahkan, The Newton 2 dekat dengan kawasan bisnis dan perkantoran sehingga memiliki aset investasi properti. Dia memastikan bahwa kebutuhan tempat tinggal yang dekat dengan lokasi kantor saat ini seakan sudah menjadi keharusan bagi generasi milenial.

"Karena hitungan atau biaya per bulan untuk tinggal di indekos di kawasan bisnis Jakarta seperti di ruas Jl Satrio ini antara Rp 5 juta sampai Rp 6 juta per bulan. Itu bujet pengeluaran yang bisa mereka konversikan untuk cicilan apartemen setiap bulannya, karena kalau di Newton ini cicilan per bulannya kan hanya Rp 9 jutaan," tutur Andreas. 

Saat ini para milenial yang bekerja di kawasan Satrio atau Kuningan dan sekitarnya masih mengandalkan rumah indekos atau dormitory. Andreas mengatakan tingkat hunian indekos di kawasan ini cukup tinggi dan menjadi kesempatan untuk meraup peluang bisnis sewa unit.

"Mereka enggak mau menghabiskan waktunya dengan macet saat berangkat dan pulang kerja. Sebagian besar kan tinggal di area sub-urban Jakarta yang jarak tempuhnya sangat jauh dari kantor mereka," tambah Andreas.

 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X