BPJT Pastikan Kinerja Waskita Terkait K3 Cukup Baik

Kompas.com - 11/09/2019, 23:00 WIB
Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Danang Parikesit Dokumentasi Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPRKepala Badan Pengatur Jalan Tol Danang Parikesit

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Danang Parikesit memastikan kinerja PT Waskita Karya (Persero) Tbk menyangkut Keamanan dan Keselamatan Kerja (K3) cukup baik.

Namun demikian, Danang akan meninjau langsung praktik K3 ini di lapangan, terutama implementasinya di Jalan Tol Cimanggis-Cibitung Rabu (11/9/2019) malam ini.

"Keselamatan konstruksi adalah fungsi dari pengawasan. Kami juga memintas Pemantau Mutu Independen (PMI) membantu BPJT untuk lebih aktif," kata Danang kepada Kompas.com.

Sebagaimana diketahui, 14 kasus kecelakaan terjadi hanya dalam kurun tujuh bulan dalam rentang  2017-2018.

Dari jumlah tersebut, tujuh di antaranya terjadi pada proyek yang dikerjakan PT Waskita Karya (Persero) Tbk. Alhasil, perusahaan pelat merah itu pun mencatat rekor terbanyak yang menimbulkan kecelakaan kerja. 

Pasca kecelakaan K3, manajemen Waskita Karya tak tinggal diam. Berbagai transformasi dilakukan, termasuk mencopot empat direksi dari jabatannya.

Tak cukup sampai di situ, perbaikan juga dilakukan di semua lini termasuk di sektor bisnis jalan tol di bawah anak usaha PT Waskita Toll Road.

Bahkan, Direktur Utama Waskita Toll Road Herwidiakto berani mengklaim perbaikan yang dilakulan sangat signifikan dengan skor 75 persen.

"Tempo hari sempat jatuh girder di Tol Cimanggis-Cibitung, juga barang yang sama di Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu). Kami kemudian memperbaiki sistem kerja," ungkap Herwidiakto.

Selain itu, imbuh dia, perbaikan juga dilakukan menyangkut material konstruksi seperti mengurangi ukuran-ukuran balok beton panjang saat akan dilakukan proses erection.

Pemangkasan ukuran ini, tentu saja atas kesepakatan, dan persetujuan dengan Kementerian PUPR dan kemudian ditandatangani bersama.

Adapun pekerjaan konstruksi yang akan ditinjau bersama Kepala BPJT berupa pemutaran pierhead P13 dengan metode sosrobahu.

Desember Beroperasi

Herwidiakto memastikan Seksi I Jalan Tol Cimanggis-Cibitung akan beroperasi akhir Desember 2019. Panjang Seksi I ini 3.5 kilometer.

Tol Cimanggis-CibitungDokumentasi Waskita Toll Road Tol Cimanggis-Cibitung
Saat ini, perkembangan fisik konstruksi Seksi I sudah mencapai sekitar 90 persen. Sedangkan Seksi II tembus 60 persen.

"Insya Allah, kami harapkan seluruh pembangunan fisik selesai dan dapat beroperasi pada 2020. Jelang Lebaran sudah bisa digunakan," kata Herwidiakto.

Tol Cimanggis-Cibitung dirancang dengan trase sepanjang 26,47 kilometer yang dibagi menjadi 2 seksi. Seksi 1 sepanjang 3,5 kilometer menghubungkan Cimanggis hingga Transyogie, Kabupaten Bekasi.

Sementara seksi II ialah dari Transyogi hingga Cibitung sepanjang 22,8 kilometer.

Pembangunan jalan tol ini membutuhkan 2.189 bidang tanah dengan luas total 1.522.722 meter persegi.

Herwidiakto menjelaskan, terdapat tujuh pintu masuk dan keluar di jalan tol ini, yakni simpang susun (SS) Cimanggis, On/Off Transyogie, SS Cikeas, SS Narogong, SS Setu Selatan, SS Setu Utara, dan On/Off Cibitung.

Selain itu, secara struktur, jalan tol ini memiliki 13 struktur jembatan, 19 struktur overpass, 23 struktur underpass, 1 struktur pileslab, dan 3 struktur elevated.

Untuk merealisasikan Tol Cimanggis-Cibitung, PT Waskita Toll Road mengalokasikan investasi senilai Rp 3,5 triliun.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X