Hutama Karya Enggan Ikut Lelang 7 Proyek Tol Baru

Kompas.com - 09/09/2019, 16:00 WIB
Gerbang Tol Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (30/8/2019). KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOGerbang Tol Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (30/8/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Hutama Karya (Persero) tak tertarik menggarap tujuh ruas tol yang akan dilelang proyek pekerjaannya dalam waktu dekat. 

Kepala Divisi Pengembangan Jalan Tol HK Agung Fajarwanto mengungkapkan, perseroan saat ini fokus pada penyelesaian Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang ditugaskan pemerintah. 

"Sementara kemungkinan enggak ada. Karena terus terang fokus kita adalah bagaimana apa yang ditugaskan kepada kita bisa diselesaikan," kata Fajar menjawab Kompas.com, pekan lalu.

Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 100 Tahun 2014 yang telah direvisi melalui Peraturan Presdien Nomo 117 Tahun 2015, panjang proyek JTTS yang ditugaskan pemerintah kepada HK mencapai lebih dari 2.700 kilometer. 

Baca juga: Mulai Bayar Utang, Hutama Karya Patok Pertumbuhan Laba Moderat

Dari jumlah tersebut, ada sejumlah ruas yang saat ini telah beroperasi, misalnya Bakauheni-Terbanggi Besar sepanjang 140,7 kilometer, Palembang-Palembang Indralaya sepanjang 21,93 kilometer dan sebagian ruas Medan-Binjai sepanjang 15 kilometer.

Kemudian dalam tahap konstruksi dan segera selesai dalam waktu dekat yakni Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung sepanjang 189,2 kilometer, Pekanbaru-Dumai sepanjang 131,5 kilometer dan sebagian ruas Banda Aceh-Sigli sepanjang 45 kilometer.

Sementara yang lainnya seperti Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat, Indrapura-Kisaran dan Padang-Pekanbaru segmen Padang-Sicincin, beberapa masih dalam proses konstruksi dan ada pula yang dalam proses penentuan right of way (ROW) di Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT). 

"Sisanya masih belum diadakan. Kita berprogres mulai dari penlok (penetapan lokasi)," sebut Agung.

Untuk diketahui, ada tujuh ruas tol yang akan dilelang Kementerian PUPR, yaitu Semanan-Balaraja sepanajng 31,9 kilometer, Kamal-Teluknaga-Rajeg sepanjang 38,6 kilometer, akses Pelabuhan Patimban sepanajng 37,7 kilometer, dan Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap sepanjang 184 kilometer.

Kemudian, Yogyakarta-Bawen sepanajng 77 kilometer, Solo-Yogyakarta-New Yogyakarta International Airport Kulonprogo sepanjang 91,93 kilometer dan Balikpapan-Penajam Paser Utara sepanjang 7,35 kilometer. Nilai ketujuh proyek tersebut mencapai Rp 151 triliun.

Adapun yang saat ini sudah memasuki tahap prakualifikasi baru ruas Balikpapan-Penajam Paser Utara. 



Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X