Fakta Tol Pertama di Provinsi Ibu Kota Baru

Kompas.com - 09/09/2019, 07:00 WIB
Jalan Tol Balikpapan-Samarinda Dokumentasi Jasa MargaJalan Tol Balikpapan-Samarinda

BALIKPAPAN, KOMPAS.com - Tak lama lagi, Kalimantan Timur yang merupakan provinsi ibu kota baru Republik Indonesia (RI) akan memiliki jalan tol pertama.

Jalan tol ini menghubungkan Kota Balikpapan dan Kota Samarinda yang dirancang sepanjang 99,35 kilometer.

Rencananya, peresmian akan dilakukan pada akhir Oktober 2019 setelah Joko Widodo dilantik sebagai Presiden RI untuk masa kepemimpinan kedua.

Baca juga: Ibu Kota di Kaltim, Posisi Tol Balikpapan-Samarinda Lebih Strategis

Kepala Badan Pengatur jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit memastikan jadwal peresmian tersebut saat meninjau perkembangan proyek Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam), Minggu (8/9/2019).

"Akhir Oktober resmi beroperasi dan dibuka Presiden," kata Danang.

Hal senada dikatakan Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Desi Arryani. Menurutnya Tol Balsam untuk Seksi II, III, dan IV sudah sangat siap untuk diresmikan.

"Ada pun pekerjaan yang belum rampung berada di Seksi I dan V ya yang di sejumlah titik masih berupa tanah," kata Desi.

Baca juga: Jalan Tol Pertama di Provinsi Ibu Kota Baru Dinilai Berkualitas Tinggi

Berikut sejumlah fakta mengenai Tol Balsam yang dirangkum Kompas.com:

1. Dimulai 12 Januari 2011

Jalan Tol Balikpapan-Samarinda Seksi V porsi pemerintah, Minggu (8/9/2019)KOMPAS.com/HILDA B ALEXANDER Jalan Tol Balikpapan-Samarinda Seksi V porsi pemerintah, Minggu (8/9/2019)
Jalan Tol Balsam merupakan jalan tol yang menghubungkan Kota Balikpapan dengan Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur.

Pembangunannya dimulai sejak 12 Januari 2011 dan diresmikan Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak. Peresmian ditandai pemancangan batu pertama di kawasan Manggar, Balikpapan.

2. Mencakup 5 Seksi

Jalan Tol Balsam dirancang sepanjang 99,35 kilometer dan mencakup lima seksi. Seksi I KM 13-Samboja sepanjang 22,02 kilometer, dan Seksi II Samboja-Muara Jawa sepanjang 30,97 kilometer.

Kemudian Seksi III Muara Jawa-Palaran 17,30 kilometer, Seksi IV Palaran-Mahkota II membentang 17,55 kilometer, dan Seksi V KM13-Sepinggan sepanjang 11,50 kilometer.

3. Menembus Taman Hutan Raya Bukit Soeharto

Pembangunan Tol Balsam membelah Area Penggunaan Lain (APL) Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto sepanjang 25 kilometer.

4. Investasi Rp 9,97 triliun

Jalan Tol Balikpapan-Samarinda Seksi V porsi pemerintah, Minggu (8/9/2019)KOMPAS.com/HILDA B ALEXANDER Jalan Tol Balikpapan-Samarinda Seksi V porsi pemerintah, Minggu (8/9/2019)
Pembangunan Tol Balsam menelan investasi yang diperkirakan senilai Rp 9,97 triliun. Pembangunannya dibagi dalam dua skema.

Seksi I merupakan porsi Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dengan dana dari APBD, dan Seksi V merupakan porsi pemerintah pusat dengan dana APBN dan pinjaman pemerintah China.

Skema pendanaan untuk porsi pemerintah ini adalah viability gap fund (VGF) untuk ruas sepanjang 33,11 kilometer.

Sementara Seksi III-IV merupakan porsi badan usaha jalan tol (BUJT) PT Jasamarga Balikpapan Samarinda (JBS) dengan ruas sepanjang 66,23 kilometer.

5. Konsorsium BUJT PT Jasamarga Balikpapan-Samarinda

Konsorsium yang membangun porsi investasi BUJT PT JBS terdiri dari empat perusahaan. masing-masing PT Jasa Marga (Persero) Tbk yang mengendalikan saham mayoritas 63,24 persen, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 16,93 persen, PT PP (Persero) Tbk 15,00 persen, dan PT Bangun Tjipta Sarana 4,83 persen.

6. Masa konsesi 

Masa konsesi BUJT PT JBS selama 40 tahun dengan tarif sesuai Perjanjian Pengusahaan jalan tol (PPJT) Rp 1.000 per kilometer. 

7. Potensi lalu lintas harian 

Jalan Tol Balikpapan-Samarinda Seksi V porsi pemerintah, Minggu (8/9/2019)KOMPAS.com/HILDA B ALEXANDER Jalan Tol Balikpapan-Samarinda Seksi V porsi pemerintah, Minggu (8/9/2019)
PT JBS memproyeksikan traffic  atau lalu lintas harian rata-rata (LHR) sebanyak 9.978 kendaraan per hari, dalam dua jalur A dan B.

8. Dua rest area

Tol Balsam dilengkapi dengan dua rest area atau tempat istirahat (TI) Tipe A di dua jalur A dan B KM 28.

9. Dilengkapi empat gerbang tol

Jalan berbayar ini bakal dilengkapi dengan empat gerbang tol. Keempatnya terletak di gerbang tol (GT) Manggar dengan ramp on/ramp off di Jl Mulawarman dan GT Karang Joang dengan ramp on/ramp off di Jl Soekarno-Hatta KM 13.

Kemudian, GT Samboja dengan ramp on/ramp off yang berada di Jl. Soekarno-Hatta Km 38 dan GT Palaran dengan ramp on/ramp off di Jl. Soekarno-Hatta km 4 (Samarinda).

VIDEO: Menjajal Tol Balikpapan-Samarinda, Pertama di Provinsi Ibu Kota


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X