Terkait Isu Pemindahan Ibu Kota, Ciputra Siapkan Area Komersial Baru

Kompas.com - 05/09/2019, 12:32 WIB
Area komersial di Capital Center CitraLand Banjarmasin ini bakal dijadikan area perkantoran. Dok CitraLand BanjarmasinArea komersial di Capital Center CitraLand Banjarmasin ini bakal dijadikan area perkantoran.
Editor Latief

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengembang mulai melakukan langkah strategis untuk mengantisipasi lonjakan permintaan ruang usaha, terutama untuk perkantoran dari ekspansi perusahaan dari luar Kalimantan. Langkah itu terkait isu pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur

Rencana pemindahan ibu kota yang masif dimulai pada 2020 itu diprediksi akan membawa sentimen positif terhadap berbagai sektor ekonomi Kalimantan. Rencana tersebut dianggap bisa memicu ekspansi besar-besaran perusahaan baik lokal, nasional, maupun internasional ke Pulau Borneo.

"Di samping residensial, ruko atau komerasial juga akan meningkat tajam. Setidaknya perlu juga menyiapkan langkah dan rencana ke arah itu. Setidaknya dua atau tiga tahun ke depan bisnis properti di sini (Kalimantan) akan booming," ujar Yosef Purba, Project Manager CitraLand Banjamasin, Kamis (3/9/2019). 

Untuk itu, lanjut Yosef, CitraLand Banjarmasin yang dikembangkan oleh Ciputra Group dan mitra lokalnya sudah menyediakan satu area komersial, yaitu Manhattan Avenue, di kawasan Capital Center CitraLand Banjarmasin. Area komersial itu bakal dijadikan area perkantoran.

Proyek Manhattan Avenue ini terdiri dari 3 blok. Tiap blok terdiri dari 12 unit dengan total 36 unit yang semuanya stok siap pakai. Sekitar 70 persen dari stok itu sudah terjual.

"Jangan heran kalau ruko dua lantai di sini sudah dibanderol sekitar Rp2 miliar. Dalam beberapa bulan terakhir ini memang ekspansi perusahaan lokal dan nasional ke Banjarmasin sudah pesat, bahkan ada perusahaan roti berskala nasional yang ekspansi ke sini," kata Yosef.

Di sekitar CitraLand Banjarmasin sendiri saat ini mulai marak pembangunan hotel baru. Menurut Yosef, hal itu berimbas positif terhadap penjualan ruko untuk masyarakat yang ingin membuka usaha.

Di Ruko (area komersial) I Walk I dan I Walk II contohnya, tutur Yosef, sudah banyak dibuka usaha, mulai perkantoran, kafe, restoran, apotek, dan banyak lagi.

"Selain yang ready stock siapapunsudah bisa langsung beroperasi tanpa harus menunggu sekitar 18 bulan, jika membeli ruko indent," ujarnya. 

Sejauh ini, lanjut Yosef, penjualan rumah dan ruko di CitraLand Banjarmasin masih tumbuh cukup baik. Hal itu karena belum ada kompetitor lain yang berhadapan dengan CitraLand Banjarmasin. Penyebab kedua, CitraLand Banjarmasin sendiri sudah dihuni sekitar 600 kepala keluarga atau sekitar 2.400 jiwa.

Adapun proyek CitraLand Banjarmasin dikembangkan di lahan 30 hektar. Lokasinya berada di jalur utama Jalan Jend. A. Yani.

Untuk residensial perumahan ini menyasar segmen menengah atas. Proyek perumahan ini punya dua tipe rumah di Cluster Voila. Keduanya adalah rumah dua lantai dengan kisaran harga Rp3,6 miliar dan Tipe Premeire di kisaran harga Rp1,5 miliar.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X