Tahun 2020, Ke Bandara Kertajati Bisa Lewat Tol Cisumdawu

Kompas.com - 05/09/2019, 07:00 WIB
Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) Dokumentasi Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPRTol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu)

"Itu akan kita dorong lagi lebih intensif," tuntas Danang.

Tol Panoramik

Kasatker Pelaksanaan Jalan Bebass Hambatan Cisumdawu Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR Yusrizal Kurniawan mengatakan, Tol Cisumdawu merupakan tol panoramik karena pemandangan alamnya yang indah.

Selain itu, daya tarik utama jalan bebas hambatan ini adalah tunnel atau terowongan menembus gunung sepanjang 472 meter dengan diameter 14 meter.

Lokasinya berada di Seksi II Fase 2 Tol Cisumdawu yang menghubungkan Rancakalong-Sumedang sepanjang 17,05 kilometer atau tepatnya berada di Desa Cilengsar, Sumedang, Jawa Barat.

"Ini merupakan jalan tol pertama yang dilengkapi dengan terowongan. Tak kalah indah dibanding jalan tol lainnya di Indonesia," ucap Yusrizal. 

Tidak seperti pekerjaan main road, pembangunan terowongan ini relatif mulus dan lancar karena tidak terkendala pembebasan lahan, dan perubahan cuaca ekstrem.

"Main road banyak permasalahan lahan dan cuaca ekstrem," sebut Yusrizal.

Adapun investasi untuk membangun Tol Cisumdawu senilai Rp 8,41 triliun, dengan perkiraan lalu lintas harian rata-rata (LHR) mencapai 23.229 kendaraan.

"Tarifnya kami hitung sekitar Rp 1.000 per kilometer," kata dia.

Jika kelak rampung, Tol Cisumdawu mampu memangkas jarak tempuh dari Bandung menuju Cirebon menjadi sekitar 45 menit.

 

 

Halaman:


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X