Total Pendapatan LPCK di Semester Pertama Hanya Rp 686 Miliar

Kompas.com - 03/09/2019, 21:25 WIB
Kondisi terkini CBD Meikarta Orange County, Sabtu (20/10/2018). Kompas.com/HILDA B ALEXANDERKondisi terkini CBD Meikarta Orange County, Sabtu (20/10/2018).
Editor Latief

JAKARTA, KOMPAS.com - Total pendapatan PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) berdasarkan hasil keuangan semester I tahun yang berakhir 30 Juni 2019 mencapai Rp 686 miliar. Laba kotor perusahaan tersebut senilai Rp 270 miliar, sementara laba bersih Rp 221 miliar.

Presiden Direktur PT Lippo Cikarang Tbk, Simon Subiyanto, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (3/9/2019), memaparkan pada 1H19 ini pendapatan untuk sektor hunian rumah dan apartemen mencapai Rp 424 miliar.

"Capaian itu menyumbang 61, 8 persen dari total pendapatan, sedangkan pendapatan dari sektor industri dan komersial sebesar Rp 82 miliar. Kontribusinya 11,9 persen terhadap total pendapatan perusahaan," terang Simon.

Sementara itu, EBITDA perseroan untuk semester pertama ini tercatat sebesar Rp 252 miliar dan mewakili penurunan hingga 88 persen dari Rp 2,105 miliar pada semester pertama tahun lalu.

Adapun total aset LPCK tercatat tumbuh dari Rp 9,23 miliar menjadi Rp9,90 miliar pada akhir kuartal kedua dibandingkan pada akhir 2018 lalu.

"Hasil semester pertama ini memang lebih lemah, karena keuntungan yang tidak berulang dari penjualan tanah kami ke MSU pada 1H18. Tapi, dengan proyek yang sedang kami kerjakan saat ini kami tetap optimistis untuk meningkatkan kinerja perusahaan, terutama untuk produk baru yang kita siapkan di akhir tahun nanti," ujar Simon.

Saat ini LPCK sudah menyerahkan secara bertahap tiga 3 tower di Orange County (Irvine, Westwood, dan Pasadena Tower) kepada konsumen dengan total 1.271 unit apartemen senilai Rp1,1 triliun. 

"Kami tetap fokus pada peluang untuk pertumbuhan masa depan, terutama karena melihat infrastruktur yang berkembang di koridor timur Jakarta. Pemerintah sudah menunjukkan komitmennya pada koridor timur dengan beberapa proyek infrastruktur," tambah Simon. 

Beberapa proyek itu di antaranya LRT (Light Rapid Transit) Cawang - Bekasi Timur dengan pengerjaan mencapai 58 persen dengan estimasi penyelesaian pada akhir 2019. Kedua, proyek Jakarta - Bandung High- Speed Railway yang ditargetkan beroperasi pada 2021.

"Sedangkan penyelesaian jalan Tol Cikampek Elevated II sudah mencapai 94 persen dan diperkirakan juga akan selesai di akhir 2019 nanti," kata Simon.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X