Ketum REI: Aturan PPJB Belum Penuhi Azas Keadilan

Kompas.com - 28/08/2019, 13:33 WIB
Ketua Umum DPP REI Soelaeman Soemawinata menilai kebijakan relaksasi Loan to Value ( LTV) yang dilakukan Bank Indonesia disinkronisasi dengan kebijakan pajak. Dok DPP REIKetua Umum DPP REI Soelaeman Soemawinata menilai kebijakan relaksasi Loan to Value ( LTV) yang dilakukan Bank Indonesia disinkronisasi dengan kebijakan pajak.
Editor Latief

"Kami berharap sifatnya substansif dengan artian proses IMB yang secara teknis sudah disetujui pemerintah daerah, maka sudah bisa dipasarkan. Intinya, perizinan di daerah itu berbeda-beda sehingga tidak harus disamaratakan," ucap Eman.

Kedua, Eman mengaku ada beberapa poin di dalam permen tersebut yang bersifat multitafsir. REI meminta bagian itu diperjelas. Salah satu contohnya ketentuan informasi pemasaran (brosur) yang harus memuat banyak sekali informasi.

"Yang terpenting itu kan ketika konsumen minta informasi izin, developer bisa menunjukkannya. Jadi, enggak perlu harus semua termuat di dalam brosur," kata Eman.

Tunggu penambahan kuota

Menanggapi penambahan kuota yang dikeluhkan pengembang rumah subsidi, Eman menyebutkan bahwa REI sudah melakukan sejumlah upaya sejak mencuatnya informasi habisnya kuota KPR FLPP di BTN.

Hal tersebut kemudian direspon Kementerian PUPR dengan menyurati Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk menambah kuota KPR FLPP sebesar Rp 8,6 triliun atau setara untuk 80.000 hingga 100.000 unit rumah.

Pada pertemuan terakhir dengan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Minggu (25/8/2019) lalu, Eman bahkan kembali mempertanyakan informasi mengenai tambahan kuota tersebut. Menteri PUPR menyebutkan sudah ada jawaban positif Kemenkeu bahwa kuota akan ditambah.

"REI berharap Kemenkeu secepatnya bisa mengabulkan, karena urgensinya tinggi dari sisi konsumen. Dari sisi developer, mereka sudah membangun dengan menggunakan kredit bank untuk pengerjaan konstruksinya. Jadi, kalau tidak terealisasi beban bunganya akan tetap ditanggung pengembang," ujar Eman.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X