Pengembang FLPP Terancam Gulung Tikar

Kompas.com - 27/08/2019, 16:45 WIB
Ilustrasi rumah Kementerian PUPRIlustrasi rumah
Penulis Dani Prabowo
|

Meski begitu, ia tetap mengapresiasi upaya Menteri PUPR Basuki Hadimuljono yang telah meminta tambahan alokasi KPR FLPP kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani.

"Kalau Kementerian PUPR memang sangat mendukung, tapi akhirnya ada pada Dirjen Anggaran (Kemenkeu)," ujarnya.

Gagal akad

Di lain pihak, Basuki menyatakan, baru mendapat jawaban dari Sri Mulyani terkait permintaannya untuk menambah alokasi kuota KPR FLPP kepada pengembang.

"Saya sudah minta tambahan anggaran 2019 dan 2020. Pagi ini saya baru di-sms Bu Menkeu, 2020 Insya Allah bisa ditambah, tapi kalau 2019 masih dikaji. Karena kalau mau ditambah mekanismenya melalui APBN-P," kata Basuki saat sarasehan Buku Sejarah Perumahan dan Kamus Istilah Perumahan di Auditorium Kementerian PUPR, Senin (26/8/2019).

Ketua Umum Himpunan Perumahan Rakyat (Himpera) Endang Kawidjaja menilai, saat ini bola panas penyaluran KPR FLPP berada di tangan Menkeu.

Bila tak ada langkah konkret, akan banyak masyarakat yang terancam gagal melaksanakan akad kredit.

"Faktanya, minggu lalu sudah ada yang gagal akad. Kasihan, ada sekitar 200 konsumen yang gagal akad," ungkap Endang.

Tak cuma konsumen yang nasibnya terkatung-katung. Pengembang pun turut merasakan dampak dari menipisnya KPR FLPP.

Wakil Ketua Umum Kadin Jawa Barat Joko Suranto mengungkapkan, di Subang, sejumlah pengembang sejak April sudah menghentikan kegiatan pembangunan.

Hal itu dipastikan akan berdampak pada mundurnya penyerahan unit hunian kepada konsumen.

"Artinya, kesulitan keuangan itu nyata," sebut Joko.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X