Kini, Petugas LP Nusakambangan Bisa Tinggal di Rusun

Kompas.com - 23/08/2019, 08:35 WIB
Rusun Lapas Nusakambangan KOMPAS.COM/DANI PRABOWORusun Lapas Nusakambangan

JAKARTA, KOMPAS.com - Para petugas Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan, Cilacap, besera keluarganya, kini dapat beristirahat lebih nyaman.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah merampungkan pembangunan rumah susun (rusun) dan rumah khusus (rusus) yang lebih layak bagi mereka.

Peresmian rusus dan rusun ini dilakukan langsung oleh Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly dan Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Khalawi Abdul Hamid di Pulau Nusakambangan, Kamis (22/8/2019).

"Rusun yang kami bangun untuk petugas Lapas Nusakambangan ini bukan sekedar hunian vertikal biasa. Tapi kualitasnya seperti apartemen jadi nyaman untuk ditempati petugas beserta keluarganya," kata Khalawi dalam keterangan tertulis.

Ada dua hunian jangkung yang dibangun Kementerian PUPR dengan anggaran Rp 32 miliar. Pertama, rusun untuk ASN lajang setinggi empat lantai yang terdiri atas 50 kamar.

Baca juga: Bangun Rusun dan Rusus di NTB, Kontraktor Harus Kerja Sesuai Perjanjian

Daya tampung masing-masing kamar mencapai empat orang, sehingga kapasitasnya hingga 196 penghuni.

Rusus Lapas NusakambanganKOMPAS.COM/DANI PRABOWO Rusus Lapas Nusakambangan
Rusun yang kedua adalah rusunawa yang diperuntukkan bagi ASN yang sudah berkeluarga. Rusun ini dibangun setinggi tiga lantai dengan unit hunian sebanyak 42 unit dengan tipe 36.

Kedua rusun itu selain dibangun dengan menggunakan bahan bangunan yang berkualitas dan lantai granit, juga dilengkapi dengan prasarana dasar seperti tempat tidur tingkat, tempat tidur single, lemari, sofa, meja tamu, kursi dan meja makan.

"Kami siap mendukung program dari Kemenkumham khususnya dalam menyediakan hunian yang layak bagi para pegawainya. Tak hanya di Nusakambangan saja, Kementerian PUPR juga telah membangun rusun bagi para pegawai imigrasi di Bali dan Batam," terang Khalawi.

Baca juga: Rusun ASN di Kupang Dicat Warna-warni

Sedangkan untuk rusus yang dibangun mencapai 28 unit dengan tipe 36. Total anggarannya senilai Rp 4,6 miliar.

Setiap unit Rusus juga telah dilengkapi meubelair seperti tempat tidur, meja dan kursi makan, lemari pakaian dan sofa.

Menkumham Yasonna H Laoly mengucapkan terimakasih atas bantuan perumahan bagi para pegawainya yang bertugas di Lapas Nusakambangan.

Menurutnya hunian rusun dan rusus tersebut sangat memberikan manfaat mengingat tugas berat yang harus diemban para petugas saat menjalankan tugas di Lapas yang memiliki tingkat pengamanan superketat.

"Kami ucapkan terimakasih kepada Kementerian PUPR yang telah banyak membantu dalam menyediakan hunian layak bagi pegawai Lapas Nusakambangan. Selain itu juga untuk melatih para warga binaan Lapas Nusakambangan untuk memiliki keahlian sebagai pekerja konstruksi," ucap Yasonna.



Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X