Pengembang Teriak, Sofyan: Pajak Progresif Lahan Belum Jadi Kebijakan

Kompas.com - 23/08/2019, 07:00 WIB
Ilustrasi. www.shutterstock.comIlustrasi.

Sebaliknya, jika diterapkan saat ini, ketika mulai tinggal landas dengan laju masih lambat, pengenaan pajak progresif akan sangat memberatkan.

"Bahkan bisa membuat kita makin terpuruk. Kalau sudah mati, 174 industri lainnya pun ikut gulung tikar," imbuh Archied.

Baca juga: Delapan Hal Kontroversial RUU Pertanahan

Untuk itu, dia berharap pemerintah meninjau ulang pengenaan pajak progresif ini. Bila perlu, rangkul pengembang untuk mengetahui permasalahan guna mencari solusi yang tepat dan terbaik.

Menanggapi keberatan pengembang, Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan Djalil mengatakan pengenaan pajak progresif bagi pemilik lahan lebih dari satu bidang belum menjadi sebuah kebijakan.

"Saya katakan RUU Pertanahan ini memperkenalkan dua hal, pertama disinsentif untuk mencegah spekulasi tanah, dan kedua adalah insentif untuk mendorong investasi, termasuk insentif tanah," terang Sofyan kepada Kompas.com, Kamis (22/8/2019).

Baca juga: Pajak Progresif Lahan Tak Berlaku Surut

Sementara untuk masalah pengenaan pajak atau aturan fiskal, kata Sofyan, diatur oleh UU Perpajakan, bukan UU Pertanahan.

Oleh karena belum menjadi sebuah kebijakan, Sofyan terbuka untuk mendengar suara dan aspirasi pengembang melalui focus group discussion (FGD). 

"Tentu saja (akan ada FGD). Saya sangat pro bisnis," tegas Sofyan.

Sebelumnya diberitakan pengenaan pajak progresif kepada pemilik lahan lebih dari satu bidang merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mengendalikan lahan. Tujuannya agar penggunaan lahan dapat lebih maksimal.

"Itu kebijakan fiskal yang akan kita perkenalkan di dalam RUU Pertanahan. Itu sebagai insentif dan diinsentif," kata Sofyan, usai memberikan kuliah umum di Kampus IPB Dramaga Bogor, Kamis (15/8/2019).

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X