JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Utama PT Adhi Karya (Persero) Tbk Budi Harto mengungkapkan pembebasan lahan masih menjadi kendala dalam penyelesaian proyek Light Rail Transit (LRT) Jabodebek. Terutama, lahan depo di Bekasi Timur.
Saat ini, progres konstruksi LRT Jabodebek untuk ketiga relasinya telah mencapai 64 persen. Adapun untuk pembebasan lahan depo, dari total 11 hektar lahan yang dibutuhkan, masih ada sekitar 30 persen yang belum bebas.
"Sekarang sudah 70 persen, ditargetkan September selesai," ungkap Budi di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Rabu (21/8/2019).
Baca juga: 4 Set Kereta LRT Jabodebek Tiba Akhir Agustus 2019
Saat ini, emiten konstruksi bersandi ADHI tersebut tengah melakukan pembangunan struktur pondasi dan pusat kendali operasi (OCC).
Budi merinci, progres konstruksi untuk relasi Cawang-Cibubur telah memcapai 84 persen. Sedangkan, konstruksi untuk relasi Cawang-Kuningan-Dukuh Atas mencapai 53,87 persen dan Cawang-Bekasi Timur 58 persen.
Akhir Agustus 2019, empat rangkaian kereta (train set) yang dipesan melalui PT INKA (Persero) akan tiba di Jakarta, untuk kemudian dilakukan running test pada September 2019.
"Insya Allah akhir bulan akan datang dan akan running test. Jadi masih gunakan jalur yang sudah ada dari lintas layanan satu," pungkas Budi.
Bayangkan seorang anak Indonesia bercita-cita menjadi dokter tetapi hanya memiliki satu buku lusuh untuk belajar. Bersama Ekspedisi Kata ke Nyata Kompas.com, Anda bisa membantu mengubah kisah itu. Mari hadirkan akses literasi bagi anak-anak di berbagai pelosok Indonesia melalui donasi lewat tautan https://bit.ly/JagatLiterasi2026. Setiap kebaikan yang Anda berikan bukan hanya membuka jendela pengetahuan, tetapi juga membuka masa depan mereka.
Artikel ini telah masuk Arsip. Berlangganan untuk membacanya kembali kapan saja.