7 Pilihan Apartemen Khusus Mahasiswa

Kompas.com - 20/08/2019, 20:10 WIB
Ilustrasi apartemen. PIXABAY/paulbr75Ilustrasi apartemen.

JAKARTA, KOMPAS.com -  Apartemen yang dibangun khusus untuk menyasar segmen pasar mahasiswa kembali marak. Menyusul kesuksesan serial Margonda Residences di Depok, Jawa Barat, pada kurun sebelum krisis 2008.

Tercatat beberapa pengembang, terutama pelat merah, cukup agresif menggarap ceruk pasar ini. Sebut saja PT PP Properti Tbk, Adhi Persada Properti, dan Wika Realty.

Mereka mengembangkan apartemen mahasiswa di lokasi-lokasi yang memang merupakan konsentrasi generasi produktif ini belajar dan bermukim.

Lokasi-lokasi tersebut adalah Depok, Bogor, Semarang, Yogyakarta, dan Malang.

Baca juga: Apa Perbedaan Apartemen dan Kondominium?

Ratusan ribu mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi menimba ilmu di kota-kota ini. Tentu saja, mereka membutuhkan hunian sementara yang bisa disewa dengan harga relatif terjangkau.

Namun, kebutuhan mereka tak selalu bertemu dengan pasokan yang sesuai. Oleh karena itu, para pengembang menjembatani antara kebutuhan mahasiswa dengan kemampuan mereka menyediakan apartemen dengan spesifikasi khusus.

Berikut pilihan apartemen- apartemen mahasiswa yang dirangkum Kompas.com:

1. UResort Bogor

Orang tua maupun investor mahasiswa Institut Pertanian Bogor IPB  bisa memiliki satu unit apartemen mahasiswa mulai harga Rp 250 juta per unit.

Artinya, cukup dengan cicilan Rp 2 jutaan per bulan atau hampir sama dengan tarif indekos di sekitar lingkungan kampus IPB yang kini berkisar Rp 800.000 hingga Rp 1,5 juta per bulan.

UResort atau University Resort adalah proyek apartemen yang dikembangkan di atas lahan seluas 1,5 hektare di sekitar kampus IPB.

Dinamakan resor karena memiliki pemandangan Danau Situ Gede dan hutan kota CIFOR. Rio menjelaskan, pada tahap pertama akan dikembangkan 5 blok apartemen yang masing-masing setinggi empat lantai (low rise building) dengan total 180 unit.

Seluruh tipe unit untuk tahap pertama adalah tipe studio seluas 24,5 meter persegi.

2. Evencio Margonda

PT PP Properti Tbk menyiapkan proyek yang membidik segmen mahasiswa di kawasan Depok. Ceruk bisnis apartemen sewa dinilai masih menarik di kawasan yang ramai dengan perguruan tinggi tersebut.

PP menyiapkan proyek premium apartemen mahasiswa itu dengan nama Evencio Margonda. Ini akan semakin melengkapi persaingan apartemen lainnya di kawasan itu, antara lain Apartemen Taman Melati, Margonda Residence, Saladdin Mansion, Apartemen Depok Town Square, dan yang terakhir Dave Apartment di kawasan Kukusan.

Perseroan berkode emiten PPRO itu menyiapkan investasi sekitar Rp 600 miliar untuk pembangunan dua menara apartemen khusus mahasiswa yang letaknya di Jalan Margonda Raya itu.

Evencio Margonda tahap pertama dijual dengan harga Rp 14,5 juta per meter persegi, kemudian pada fase kedua dijual Rp 16 juta per meter persegi, dan saat ini masuk fase ketiga ditawarkan dengan harga Rp 16,3 juta per meter persegi.

3. Grand Taman Melati Margonda

PT Adhi Karya (Persero) Tbk melalui salah anak usahanya, yakni PT Adhi Persada Properti membangun Grand Taman Melati Margonda di Depok, Jawa Barat.

Apartemen ini melengkapi portofolio proyek apartemen mahasiswa milik perseroan. Total ada delapan Taman Melati yang tersebar di Depok, Jatinangor, Malang, dan Yogyakarta.

Saat pertama diluncurkan, harga yang dipatok sekitar Rp 400 jutaan. Apartemen dengan jumlah total 839 unit ini mencakup satu menara dengan nilai investasi Rp 372 miliar.

4. Taman Melati Malang

PT Adhi Persada Properti juga mengembangkan apartemen sejenis di Kota Malang, Jawa Timur, dengan nama Taman Melati Malang.

Bangunannya hanya satu menara yang mencakup 728 unit. Ada dua tipe yang ditawarkan yakni tipe studio, satu kamar tidur, dan dua kamar tidur dengan nilai investasi sebesar Rp 235 miliar.

Perseroan melengkapi fasilitas apartemen Taman Melati Malang dengan standar hunian mahasiswa pada umumnya dengan banderol harga mulai dari Rp 250 juta–Rp 400 juta.

5. Cordova Edupark

Pasar milenial, terutama mahasiswa di Kota Semarang, makin dibidik pengembang. Mereka berlomba-lomba membangun hunian vertikal guna memenuhi kebutuhan generasi dengan rentang usia 25 tahun-35 tahun.

Satu di antaranya adalah PT Cipta Pilar Persada yang membangun apartemen di kawasan sekitar Universitas Diponegoro, Semarang.

Apartemen bertajuk Cordova Edupark mereka kembangkan setinggi 19 lantai dan mulai dibangun secara resmi, Sabtu (12/5/2018). Proses pembangunan apartemen hingga Maret 2019 diklaim sesuai dengan jadwal.

Rencananya, proses serah terima dari kontraktor kepada pengembang akan dilakukan pada Oktober. Selanjutnya serah terima kunci dari pengembang kepada konsumen dimulai pada akhir tahun 2019.

Total unit yang ditawarkan sejumlah 655 unit, dengan 4 varian tipe. Tipe terkecil yaitu studio dengan luas 25,05 meter persegi.

Kemudian tipe 2 BR-C dengan luas 38,77 meter persegi, 2/3 BR dengan luas 50,10 meter persegi, dan 3 BR dengan luas 77,72 meter persegi.

Harga yang dibanderol mulai dari Rp 380 juta untuk tipe studio, hingga Rp 1,3 miliar dengan 3 kamar tidur.

6. Tana Babarsari Yogyakarta

PT PP Properti Tbk, anak usaha PT PP (Persero) Tbk., memperkenalkan Apartemen Tana Babarsari yang terletak di kawasan Babarsari, Yogyakarta.

Tana Babarsari diklaim merupakan apartemen pertama di Yogyakarta yang berkonsep anti penyalahgunaan narkoba.

dengan investasi Rp 150 miliar, apartemen ini dirancang berdasarkan inspirasi dari kota yang mencirikan kenyamanan, kemudahan, dan keramahan.

Terdiri dari tiga tower, PP Properti akan mengembangkan  700 unit dengan dua pilihan tipe, yaitu tipe 1 kamar tidur seluas 21 meter persegi dan 2 kamar tidur seukuran 44,75 meter persegi.

Harga yang ditawarkan mulai dari Rp 400 juta dengan empat tipe cara kemudahan pembayaran, seperti tunai keras, cicilan 24 kali, cicilan 36 kali, dan kredit pemilikan apartemen (KPA).

7. JP Apartment

JP Apartment berlokasi dekat kampus Institut Pertanian Bogor (IPB) di Dramaga, Bogor, atau bisa dijangkau dari Tol Bogor Outer Ring Road (BORR).

Greenwoods Group menawarkan apartemen ini dengan lima pilihan tipe, yaitu Studio seluas 23.26 meter persegi, 1 Bedroom (BR) seukuran 33.94 meter persegi, 2 BR-A berdimensi 43.64 meter persegi, 2 BR-B seluas 46.57 meter persegi, dan 2 BR-C seluas 46.61 meter persegi.

JP Apartment dibanderol dengan harga Rp 12 juta per meter persegi termasuk PPN atau Rp 300 jutaan untuk tipe studio hingga Rp 500 juta untuk tipe dua kamar tidur.

Tahap pertama, nilai investasinya sekitar Rp 350 miliar untuk Tower Green. Seluruh JP Apartment terdiri dari tiga menara dengan total 1.500 unit.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X