Menanti Gebrakan Jokowi di Sektor Properti

Kompas.com - 06/08/2019, 19:45 WIB
Ilustrasi. shutterstockIlustrasi.

Melihat kondisi ini, bisnis properti akan membaik tahun 2020 mendatang, karena memang pada saat itu, seluruh infrastruktur yang dibangun akan rampung dikerjakan, seperti Light Rail Rransit (LRT), kereta cepat Jakarta-Bandung, dan Tol layang Jakarta-Cikampek.

Selain itu, rencana perpindahan ibu kota ke Kalimantan juga bisa dijadikan salah satu indikator bergairahnya bisnis properti dalam negeri.

Pasalnya keberadaan ibu kota baru ini akan memicu pembangunan infrastruktur yang pada akhirnya mendorong penjualan rumah ikut terdongkrak naik.

Tanda-tanda pergerakan ke arah positif tersebut sebenarnya sudah mulai terasa pada kuartal I- 2019.

Berdasarkan data BI, penjualan residensial tumbuh sebesar 23,77 persen, lebih tinggi jika dibandingkan dengan kuartal IV-2018, serta lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya 10,555 persen.

Terakhir, tidak berlebihan jika kami mengapresiasi kinerja Presiden Jokowi yang telah mengeluarkan beragam kebijakan sebagai stimulan terhadap iklim bisnis properti.

Ke depannya kami berharap pemerintah bisa terus mengeluarkan gebrakan baru untuk memperbaiki masalah perekonomian, suku bunga dan melambungnya harga properti.

Hal ini karena ketiganya merupakan hal fundamental yang perlu diperhatikan untuk mengulang masa keemasan bisnis properti.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X