Menanti Gebrakan Jokowi di Sektor Properti

Kompas.com - 06/08/2019, 19:45 WIB
Ilustrasi. shutterstockIlustrasi.

Selama ini pemerintah kesulitan mengontrol harga rumah karena harga tanah selalu naik. Untuk itu pemerintah bisa mencari atau menguasai tanah yang luas untuk dipersiapkan menjadi area perumahan.

Dengan demikian, saat dibuat untuk perumahan, tanah itu bisa dijual kembali dengan harga murah.

Solusi lainnya adalah mendorong dan memfasilitasi perusahaan BUMN untuk membangun hunian terjangkau bagi masyarakat.

Peran BUMN ini tentunya dapat menyeimbangkan pembangunan properti dari pengembang swasta, sehingga nantinya akan terjadi persaingan harga dan memperkaya pilihan properti bagi masyarakat.

2020 Membaik

Pembangunan infrastruktur masih menjadi fokus utama pada pemerintahan baru Presiden Jokowi. Sebagian besar proyek yang dibangun sebenarnya melanjutkan pengembangan proyek yang sudah berjalan.

Seperti Tol Trans Sumatera, kereta cepat Jakarta-Bandung, jembatan udara Papua, Jalan Trans Papua hingga jaringan 7 pelaburan terpadu.

Pengembangan infrastruktur ini sebenarnya menjadi pondasi utama pergerakan bisnis properti tanah air.

Dibukanya infrastruktur baru akan membantu mobilitas masyarakat, sehingga menumbuhkan minat membeli rumah di sekitaran kawasan, hal ini juga akan membuat harga residensial menjadi terdongkrak naik.

Contoh sederhananya seperti apa yang terjadi di Bandar Lampung. Berdasarkan data portal properti Lamudi Indonesia, harga residensial di kota ini pada kuartal I 2019 tumbuh 3 persen.

Kenaikan ini diperkirakan terjadi karena beroperasinya Jalan Tol Bakauheni-Bandar Lampung-Terbanggi Besar.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X