Pemerintah Prioritaskan Perbaikan Jalur Puncak Utama

Kompas.com - 06/08/2019, 13:03 WIB
Menteri PUPR Basuki HadimuljonoKementerian PUPR Menteri PUPR Basuki Hadimuljono

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyatakan, pemerintah lebih mengutamakan memperbaiki Jalur Puncak utama dibandingkan membangun Jalur Puncak II.

Meski demikian, bukan berarti pemerintah akan menghentikan sepenuhnya pekerjaan Jalur Puncak II.

Menurut dia, pemerintah lebih memprioritaskan untuk melebarkan Jalur Puncak utama yang sudah ada.

"Kebijakan kabinet ini kita memperbaiki dulu jalur puncak yang sekarang. Kan sudah mulai dilebar-lebarkan," kata Basuki di kantornya, pekan lalu.

Adapun sejumlah pekerjaan yang telah dilakukan meliputi penambahan kapasitas jembatan, hingga pengaturan keberadaan pedagang kaki lima dengan menyediakan lahan seluas 5 hektar di area perkebunan.

Baca juga: Pemerintah Siapkan Kajian Jalan Tol Ibu Kota Baru

"Sehingga pemandangannya menjadi lebih baik, jalan juga bisa kita lebarkan. Nanti kalau sudah selesai baru kita bikinkan Puncak 2," kata dia.

Basuki menambahkan, keputusan penghentian sementara pembangunan Jalur Puncak 2 bukan berasal dari pemerintahan saat ini.

Basuki memastikan, dirinya telah melihat langsung lokasi rencana pembangunan Jalur Puncak 2. Menurut dia, trase yang ada relatif mudah untuk dibangun.

"Saya sudah ke sana, sudah ada tapak jalannya. Tidak terlalu susah untuk membangun itu. Tapi itu, kita utamakan dulu yang perbaiki yang sekarang itu," ungkapnya.

Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
komentar di artikel lainnya
Close Ads X