Smart Office Mendorong Produktivitas Karyawan

Kompas.com - 31/07/2019, 11:00 WIB
Suasana kerja di co-working space. angelrealestate.co.thSuasana kerja di co-working space.

JAKARTA, KOMPAs.com - Merespon Rencana Induk Konservasi Energi Nasional (RIKEN)  tentang target Kementerian Energi dan Mineral Sumber Daya terhadap penghematan energi, sebesar 15 persen untuk sektor bangunan komersial pada tahun 2025, Blue Power Technology (BPT) secara resmi meluncurkan One Future of Interconnected Workspace for Smart Workforce (OFIS).

Ini merupakan solusi kantor pintar yang disesuaikan dengan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum (Permen PU) Nomor 02 Tahun 2015 untuk menyelenggarakan Green Building.

OFIS dirancang untuk membangun lingkungan kerja digital yang cerdas bagi perusahaan dan pengelola gedung perkantoran yang mencakup ruang kerja modern, tingkat keamanan dan kenyamanan yang dilengkapi teknologi Internet of Things (IoT) serta ekosistem kerja hemat energi.

OFIS juga memberikan layanan untuk desain ruangan kerja estetis yang dilengkapi dengan perlengkapan teknologi mutakhir untuk meningkatkan produktivitas.

Baca juga: Sinarmas Land-Citramas Group Bangun Area Ekonomi Digital di Batam

Direktur Blue Power Technology Erwin urip menuturkan, sekarang adalah saat yang tepat bagi perusahaan untuk berinsiatif menyediakan dan membangun ruang kerja cerdas dalam konsep besar bangunan hijau guna meningkatkan kualitas, produktivitas dan efesiensi kerja serta mengurangi segala kesalahan yang mungkin terjadi.

"Kami membantu pemilik ruang perkantoran dan karyawan menghemat waktu kerja dan pemakaian energi, serta menyederhanakan proses bekerja melalui koneksi antar gawai," kata Erwin dalam keterangan tertulis kepada Kompas.com, Selasa (30/7/2019).

Erwin mengklaim beberapa nilai lebih sistem dan perangkat yang disediakan BPT antara lain, ruang kerja dengan layanan dan fasilitas modern, yang berbasis multimedia interaktif hemat energi, seperti smart conference, seamless display, digital signage dan smart glass.

Di sini, karyawan tidak perlu membuang waktu mencari kebutuhan multimedia dari luar ruang kerja OFIS sehingga pekerjaan di kantor dapat semakin efisien.

Kemudian, karyawan akan dimanjakan dengan kenyamanan dan keamanan sehingga tidak ada kecemasan terhadap jiwa raganya dalam bekerja.

Perubahan tempat kerja menjadi smart office diklaim mampu meningkatkan keuntungan keselamatan dan kesehatan kerja dengan terintegrasi pada sensor pendeteksi api dan cctv sebagai sistem pengawasan atau pemantauan baik barang ataupun pekerja.

"Terakhir adalah meningkatkan produktivitas dan kinerja. Ruangan kerja yang menyenangkan dan fleksibel akan mendorong produktivitas yang tinggi bagi smart worker," cetus Erwin.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X