Tinggal 21 Kilometer, Jalan Lingkar Pulau Samosir Belum Dipreservasi

Kompas.com - 30/07/2019, 08:00 WIB
Kondisi jalan ring road Pulau Samosir pascakegiatan preservasi. Saat ini, mayoritas ruas jalan telah beraspal dan mengikuti standar ruas jalan nasional. KOMPAS.com/DANI PRABOWOKondisi jalan ring road Pulau Samosir pascakegiatan preservasi. Saat ini, mayoritas ruas jalan telah beraspal dan mengikuti standar ruas jalan nasional.

SAMOSIR, KOMPAS.com - Sejak ditetapkan sebagai salah satu kawasan destinasi wisata prioritas, pengembangan kawasan Danau Toba terus dilakukan pemerintah. Salah satunya yakni dengan meningkatkan kualitas aksesibilitas di Pulau Samosir.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan, dari total panjang 145,9 kilometer jalan lingkar Samosir yang dilakukan preservasi, saat ini tinggal menyisakan sedikit ruas yang belum ditingkatkan kualitasnya.

"Semua sudah disambungkan, sudah beraspal, yang masih belum dilebarkan dengan standar tujuh meter itu tinggal 21 kilometer dari Pangururuan sampai ke Nainggolan," kata Basuki usai mengecek kondisi jalan di Pulau Samosir, Senin (29/7/2019).

Ia menjelaskan, preservasi jalan yang dilakukan Kementerian PUPR melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) II Medan, Direktorat Jenderal Bina Marga yaitu dengan cara memperlebar kondisi jalan eksisting.

Baca juga: Pemerintah Anggarkan Rp 2,4 Triliun untuk Danau Toba, Bangun Apa Saja?

Selama ini, lebar jalan lingkar Pulau Samosir hanya sekitar 4,5 meter. Dengan preservasi, saat ini kondisi jalan mengikuti standar kualitas jalan nasional yakni 2-7-2 yaitu 2 meter bahu jalan sebelah kiri, lajur masing-masing 3,5 meter dan 2 meter bahu jalan sebelah kanan.

Pekerjaan preservasi sendiri telah dilaksanakan sejak 2016 dengan anggaran sebesar Rp 526 miliar.

Adapun pekerjaan preservasi terbagi ke dalam tujuh seksi, Seksi 1 Tomok-Ambarita (5,3 km), Seksi 2 Ambarita-Simanindo (18,3 km), dan Seksi 3 Simanindo-Pangururan (19,3 km).

Kemudian, Seksi 4 Tele-Pangururan (22 km), Seksi 5 Pangururan-Nainggolan (40 km), Seksi 6 Nainggolan-Onan Runggu (7 km) dan Seksi 4 Onan Runggu-Tomok (34 km).

Anggaran pelaksanaan preservasi ketujuh seksi ini menggunakan kontrak tahun jamak.

"Dari Tomok ke Pangururan ini sudah semua, juga dari Tomok ke Nainggolan sudah oke. Tinggal dari Nainggolan ke Pangururan itu masih ada 21 kilometer yang masih perlu kita tingkatkan," sebut Basuki.

Dengan peningkatan kualitas jalan ini, diharapkan wisatawan dan masyarakat memiliki pilihan untuk mengelilingi Pulau Samosir.

Terkebih, saat ini juga tengah dilakukan pelebaran alur Tano Ponggol yang diharapkan dapat menjadi alternatif bagi wisatawan untuk memutari pulau ini yang kelak dapat ditempuh dengan menggunakan kapal pesiar ukuran besar.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X