Fresh Graduate Bergaji Rp 8 Juta Bisa Beli Apartemen Tersambung Kereta

Kompas.com - 25/07/2019, 20:00 WIB
Ilustrasi anak muda ThinkStock/ferlistockphotoIlustrasi anak muda

JAKARTA, KOMPAS.com - Kabar tentang lulusan sebuah universitas negeri ternama yang hanya "dihargai" Rp 8 juta untuk renumerasi per bulannya tengah viral dan mengisi ruang publik kita.

Sekilas, materi curhat yang diunggah di media sosial tersebut terkesan biasa-biasa saja, namun jika diamati lebih jernih, angka yang disebut sang  fresh graduate lebih tinggi ketimbang upah minimum di seluruh kota dan provinsi Indonesia.

Bahkan, dengan penghasilan Rp 8 juta per bulan, milenial fresh graduate ini sangat bisa membeli dan memiliki aset tak bergerak yang potensi kenaikan harganya bisa berlipat-lipat.

Baca juga: Lima Tahun Lagi, Generasi Milenial Terancam Tidak Bisa Membeli Rumah

Aset apa itu? Tentu saja properti. Bisa rumah atau apartemen. Bukan sembarang apartemen, melainkan terintegrasi dengan infrastruktur transportasi commuter line atau dengan kata lain berkonsep transit oriented development (TOD).

Ketimbang gajinya dihambur-hamburkan untuk alasan tidak jelas dan bukan prioritas, lebih baik dibelanjakan apartemen atau jenis hunian lainnya.

Direktur Pemasaran Perumnas Anna Kunti Pratiwi mengatakan, 30 persen dari penghasilan per bulan bisa disisihkan untuk pos pembayaran cicilan apartemen.

Baca juga: 81 Juta Milenial Belum Punya Rumah

Sementara sisa gaji lainnya bisa digunakan untuk transportasi, kebutuhan sehari-hari, dan bahkan menabung.

"Apalagi sekarang, uang muka atau down payment (DP) murah-murah, dan bisa dicicil tanpa bunga. Jadi, sangat meringankan milenial. Tidak ada alasan lagi untuk tidak bisa beli rumah," tutur Anna kepada Kompas.com, Rabu (24/7/2019).

Terkait moda transportasi, milenial bisa menggunakan kereta commuter line yang bisa diakses di depan apartemen dengan tarif terdekat Rp 4.000.

Murahnya tarif kereta commuter line  ini bisa memangkas pengeluaran biaya transportasi milenial.

Dengan harga rata-rata apartemen terintegrasi commuter line Rp 300 juta hingga Rp 400 jutaan untuk tipe studio, cicilan per bulannya hanya sekitar Rp 2,5 juta hingga Rp 3,5 juta.

Jangka waktu pinjaman bisa lebih panjang, tergantung perbankan yang menyalurkan kredit pemilikan apartemen (KPA). Sebut saja BTN yang bisa sampai 25 tahun.

Nah, untuk membantu kalangan milenial memiliki hunian, BTN pun digandeng Perumnas untuk pembiayaan murah, mudah, dan cepat.

Baca juga: Akhir Juli, SMF Lansir EBA Ritel Milenial

Keduanya menggelar program pembiayaan KPR/KPA dengan suku bunga murah hanya 4,5 persen bertajuk "45HIAP".

Pembiayaan murah ini berlaku hanya selama perayaan ulang tahun Perumnas ke-45 tahun, sejak 18 Juli hingga 30 September 2019.

Terdapat 25 proyek Perumnas yang mencakup hunian vertikal, hunian tapak, dan ruko komersial yang mendapat pembiayaan khusus ini.

Termasuk apartemen-apartemen TOD di Stasiun Margonda, Stasiun Tanjung Barat, dan Stasiun Pondok China.

Sementara sejumlah proyek lainnya tersebar di 19 kabupaten/kota Jabodetabek, Semarang, Cilegon, Lampung, Cianjur, Solo dan lain sebagainya dengan jumlah total sekitar 12.000 unit.

Selain suku bunga KPR/KPA rendah, menurut Anna, promosi 45HIAP juga dilengkapi beberapa fasilitas seperti bebas biaya provisi, bebas biaya administrasi, dan proses persetujuan yang cepat.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X